suplemenGKI.com

Senin, 27 Juni 2019

26/05/2019

Kisah Para Rasul 16:16-24

JADILAH ALAT KESELAMATAN BAGI SESAMA

 

Pengantar
Kisah Para Rasul merupakan salah satu kitab yang menceritakan kehidupan awal jemaat Kristen mula-mula dan perkembangannya oleh para rasul. Khusus dalam teks bacaan merupakan cerita perjalanan Paulus dan Silas di Filipi. Kedua tokoh ini melakukan pemberitaan injil di Filipi dan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Salah satu tantangan yang mereka hadapi di Filipi adalah tuan-tuan hamba perempuan yang dikuasai roh tenung.  

Pemahaman

Ayat 16-18           Apa yang dilakukan oleh hamba perempuan yang mengikuti Paulus dan Silas ? Apakah motivasi atau latar belakang tindakan hamba
perempuan itu ?

Ayat 19-24           Apa yang dialami oleh Paulus dan Silas setelah membebaskan hamba perempuan itu dari roh jahat ?

Pada saat Paulus dan Silas berada di Filipi, mereka berjumpa dengan seorang perempuan bernama Lidia yang berjualan kain ungu. Lidia beserta seluruh keluarganya mengalami pertobatan oleh karena pelayanan Paulus dan Silas. Namun mereka juga berjumpa dengan seorang hamba perempuan yang memiliki roh tenung. Hamba perempuan itu merupakan sumber penghasilan bagi tuan-tuannya. Dengan tenungannya, tuan-tuan hamba perempuan itu memperoleh keuntungan besar (ayat 16). Hamba perempuan itu terus mengikuti Paulus dan Silas. Sikap hamba perempuan itu membuat Paulus dan Silas merasa terganggu. Hal itu mendorong Paulus membebaskan hamba perempuan itu dari ikatan roh tenung (ayat 19)

Tindakan Paulus memicu kemarahan dari tuan-tuan perempuan itu. Mereka menangkap dan membawa Paulus dan Silas kehadapan pembesar-pembesar kota itu (ayat 20). Paulus dan Silas menjadi korban kekerasan. Mereka didera dan dipenjarakan (ayat 22-23).

Tindakan Paulus tentu membuat tuan-tuan dari hamba perempuan itu merugi. Roh tenung yang menguasai hamba perempuan itu membawa keuntungan besar. Dengan roh tenung itu, hamba perempuan bisa meramal nasib semua orang. Namun Paulus justru melihat bahwa perempuan itu mengalami penderitaan oleh karena roh jahat yang menguasainya. Dengan membebaskan perempuan itu dari ikatan roh jahat, maka terbebas pulalah perempuan itu dari penderitaannya.

Refleksi
Adakah kita juga terpanggil untuk memiliki kepedulian seperti Paulus dan silas? Tidak tinggal diam memandang penderitaan orang-orang yang masih hidup dalam dosa. Sudahkah kita menjadi alat Tuhan menghadirkan pembebasan bagi mereka yang masih terbelenggu oleh dosa

Tekadku
Ya Allah, jangan biarkan saya tinggal diam melihat sesama yang masih hidup dalam kegelapan. Jadikan saya alat keselamatan-MU. Sehingga saya bisa memberitakan kasih-Mu kepada mereka yang hidup dalam dosa.

Tindakanku
Berusaha menjadi terang ditengah kegelapan dengan cara memperlihatkan sikap hidup benar dan seturut firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«