suplemenGKI.com

Senin, 27 Juli 2015.

26/07/2015

2Samuel 11:26-27.

 

Menikmati Suka-Cita Di Atas Duka Orang Lain.

 

Pengantar:

Di tengah-tengah prestasinya sebagai raja bangsa Israel yang diperkenankan Allah, Daud terlena oleh godaan hati yang kemudian membawanya pada kejatuhan ke dalam dosa perzinahan. Daud jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba.

Pada musim pergantian tahun, raja-raja akan maju berperang demi memperluas teritorialnya. Namun Daud, seorang raja Israel justru tidak maju berperang, melainkan mengutus Yoab dengan tentaranya untuk maju berperang (2Sam 11:1) Daud mengisi waktu nya dengan kegiatan tidak berkualitas yang berujung pada dosa (band 2Sam 11:2-5)

Pemahaman:

1)      Apakah kegiatan yang tidak berkualitas dari Daud, sehingga ia berdosa? (2Sam 11:2-5)

2)      Apa yang dilakukan Daud sebagai upaya menutupi dosanya? (2Sam 11:6-15)

3)      Apakah akibat dari peristiwa meninggalnya Uria (2Sam 11:26)

4)      Bagaimana perasaan Daud ketika Batsyeba sedang berduka? (2Sam 11:27)

Di saat para prajurit Israel sedang berjuang bertaruh nyawa di medan peperangan

melawan bani Amon, Daud malah berjalan-jalan di atas sotoh istana. Dengan posisi cukup tinggi sehingga bisa melihat dengan jelas Batsyeba yang berada tidak jauh, Daud kemudian tergoda dan berujung pada jatuh dalam dosa berzinah.

Tidak semua orang siap menghadapi dampak dari sebuah dosa yang telah dilakukannya, ketidaksiapan itu biasanya menggiringnya untuk melakukan langkah-langkah yang justru membawanya pada dosa berikutnya. Itulah yang terjadi dengan Daud. Pikirnya langkah-langkah itu akan membebaskannya dari dosa yang telah dilakukannya, tetapi justru semakin menjerumuskannya pada dosa yang lebih dalam lagi. Itulah yang dilakukan Daud sehingga mengakibatkan Uria dan prajurit-prajurit lain ikut menjadi korban.

Akibat dari tindakan Daud yang telah dikuasai dosa, maka ada orang lain yang harus berdukacita yang mendalam, yaitu Batsyeba. Kalimat “maka merataplah ia karena kematian suaminya itu” (2Sam 11:26) Itu artinya, bahwa Batsyeba sangat berduka, rasa kehilangan, seakan tidak ada harapan lagi dalam hidupnya. Betapa memilukan keadaan Batsyeba.

Tindakan Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya, bukan sebuah penyelamatan atau pemulihan bagi Batsyeba, tetapi sebuah kenikmatan yang diraih Daud di atas duka-lara Batsyeba. Daud menikmati suka-cita di atas duka-lara orang lain. Dampaknya Tuhan harus menghukum Daud (band. 2Sam 12:15-18)

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak, pernahkah kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki Tuhan, yang kemudian membawa kita jatuh dalam dosa? Jika pernah, sekarang kita bertobat.

Tekad:
Ya Tuhan, bimbinglah saya agar tidak melakukan tindakan-tindakan dosa yang mendukakan Engkau dan juga orang-orang yang ada di sekitar saya.

Tindakan:
Mulai hari ini saya akan terlebih dahulu meminta pengudusan dari Tuhan sebelum melangkah atau bertindak, agar tidak terjatuh dalam dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«