suplemenGKI.com

Mikha 6:1-8

KEADILAN BAGI SESAMA

 

Pengantar
Nabi Mikha hidup sezaman dengan Yesaya (± tahun 727 sM).  Ia hidup dan diutus Tuhan di tengah-tengah umat-Nya pada zaman raja Yotam, Ahas dan Hizkia.  Mikha berasal dari golongan rakyat jelata, dari daerah kecil di Yehuda yaitu Moresyet (Mikha 1:1).  Sebagai rakyat jelata dia mengalami penindasan dan ketidakadilan dari tokoh agama dan penguasa Israel.  Oleh sebab itu, sebagai nabi yang diutus Tuhan, dia menyampaikan kritik dan suara Tuhan kepada umat-Nya juga kepada penguasa di Israel.

Pemahaman
Ayat 4-5: Bagaimana Mikha mengajak umatNya melihat keadilan yang Tuhan berlakukan atas diri mereka?

Ayat 8: Bagaimana Mikha mengajak umat-Nya melihat tuntutan Tuhan terhadap keadilan?

Bagaiamana keadilan itu kita berlakukan dalam hidup?

Mikha menyampaikan ajakan kepada umat dan para pemimpin untuk melihat bagaimana keadilan Tuhan telah berlaku atas hidup mereka.  Keadilan Allah yang telah menebus Israel dari tanah perbudakan di Mesir.  Dia telah memberikan kepada mereka pemimpin besar seperti Musa, Harun, dan Miryam  (Kel.4:10-16; 12:50-51).  Padahal, umat Tuhan telah berlaku tidak setia kepada-Nya.  Dia juga telah melindungi mereka dari serangan musuh-musuhnya, salah satunya Balak yg menyuruh Bileam mengutuki mereka agar kalah perang.  Keadilan Tuhan juga menuntun mereka menyebrangi sungai Yordan dan melewati padang belantara menuju tanah perjanjian (ay.4-5).

Apa balasan umatNya atas keadilan Allah itu?  Mikha melihat bahwa Israel rela mempersembahkan korban bakaran, ribuan domba jantan, bahkan berlaku seperti bangsa yang tidak mengenal Allah yang rela mempersembahkan anak-anak sulung (ay.6-7).  Umat Tuhan meresponi kasih Allah dengan melakukan ritual agama namun tidak melakukan yang Dia kehendaki, yaitu berlaku adil, mencintai kemurahan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (ay.8).  Ketika umat Tuhan tidak berlaku adil bagi sesamanya maka Tuhan yang berperkara (ayat 2).  Mikha menyampaikan tuntutan Tuhan bagi umat yang telah menerima dan merasakan keadilan Tuhan “Hai manusia…apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” 

Tuntutan Allah bagi orang percaya masih sama.  Dia menginginkan kita meresponi keadilan dan kesetiaan-Nya dengan berlaku adil dalam hubungan dengan sesama, mencintai kemurahan serta memiliki kerendahan hati menyerahkan kehendak diri dengan sukacita di bawah kehendak Allah.  Berlaku adil berarti tidak mengambil apa yang seharusnya menjadi hak orang lain.   Memberlakukan keadilan bagi sesamanya, itulah yang Tuhan kehendaki bagi umat yang telah menerima keadilan Tuhan.  Mari mawas diri!

Refleksi
Tuhan terimakasih untuk keadilanMu bagiku.  KeadilanMu yg memberi berkat, yang masih memberi kesempatan, yg mengampuni, dan masih banyak lagi.  Aku yang tidak layak tapi hanya karena kasih karunia aku menerima dan merasakan keadilanMu! 

Tekadku
Tuhan tolong aku memberlakukan keadilan dalam hidup berkeluarga, pekerjaan, bermasyarakat dan berkarya dalam pelayanan?

Tindakanku
Hari ini aku berlaku adil dengan cara ……. (perbuatan atau perkataan) kepada ………  (lingkup kecil dalam keluarga, tempat bekerja, tetangga atau gereja).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*