suplemenGKI.com

TAAT PERLU, AGAR TAK MALU

Kejadian 2: 15-17, 3: 1-7 

 

Pengantar
Manusia sering memakai “topeng” dalam berelasi dengan orang lain, sehingga tak heran tercipta lagu yang bersyairkan buka dulu topengmu. Manusia merasa perlu untuk memakai aneka topeng kehidupan karena ingin berlindung di baliknya (baca: membangun citra). Tapi benarkah kita perlu memakai topeng? Apakah memang kita merasa tidak nyaman untuk hidup secara terbuka? Sesungguhnya apa atau siapa yang dapat menjadi perlindungan sejati dalam kehidupan manusia sebagai ciptaan TUHAN?. Marilah kita belajar dari apa yang dinyatakan dalam Kejadian 2: 15-17, 3: 1-7.

Pemahaman
Kejadian 2 : 15 – 17  :  Apa perintah TUHAN kepada manusia (baca: Adam)?
Kejadian 3 : 1 – 5      :  Apa yang dikatakan ular kepada perempuan yang pertama (baca: Hawa)?
Kejadian 3 : 6 – 7      :  Apa yang selanjutnya terjadi dengan Adam dan Hawa?

TUHAN menempatkan manusia dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman tersebut. Lalu TUHAN memberi perintah kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Penugasan dan perintah TUHAN kepada manusia (baca: ciptaan) menunjukkan adanya tanggung jawab berkarya tapi sekaligus batasan yang harus diperhatikan manusia. Manusia diciptakan bukan untuk sebuah kebebasan penuh, manusia perlu taat kepada TUHAN.

Tetapi ular berkata kepada Hawa: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” dan terhadap jawaban Hawa selanjutnya ular berkata: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perkataan ular ini memutar balik (baca: berbeda bahkan berlawanan) dengan perintah TUHAN, dan inilah yang membawa situasi keberdosaan, yaitu keinginan menjadi seperti TUHAN, dan tidak mau taat kepada-NYA.

Dan ketika Hawa memakan serta memberikan buah tersebut kepada Adam yang lalu memakannya juga, terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Keinginan menjadi sama dengan TUHAN dengan melanggar perintah TUHAN membawa akibat yang tidak diinginkan (baca: citra yang memalukan), dan manusia kemudian berusaha menutupinya dengan topeng kehidupan (perbandingan lain dari membuat cawat).

Nyatalah bagi kita, bahwa perlindungan sejati dari ciptaan adalah ketaatan kepada TUHAN Sang Pencipta. Ketidaktaatan tidak menjadikan kita “tuan” baru, tapi justru menuai rasa ketakutan.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita hidup dalam ketaatan sebagai ciptaan TUHAN?
  • Apakah kita sering menutupi diri dengan berbagai topeng kehidupan?

Tekad
TUHAN, ajarlah aku untuk tetap taat sebagai ciptaan-MU sehingga tidak perlu hidup dengan memakai berbagai topeng kehidupan, karena ENGKAU adalah perlindunganku.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya berusaha untuk menjalankan perintah-perintah TUHAN dalam setiap karya kehidupan yang TUHAN anugerahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*