suplemenGKI.com
Butterfly

Butterfly

Bacaan : Kejadian 17 : 1-2.

“EL-SYADDAY –ALLAH MAHA KUASA”

Allah berdiam diri tidak menampakkan Diri kepada Abram selama 13 tahun lebih setelah kelahiran Ismael [ bandingkan Kej 16 : 3 dengan Kej 17 : 1 ]. Keheningan yang lama ini mungkin merupakan ujian terhadap iman Abram, atau bisa juga hal itu merupakan hukuman yang bersifat memperbaiki ketidaksabaran Abram tidak menunggu Allah mengatur segala sesuatu menurut waktu dan caraNya sendiri.

Pertanyaan penuntun.

  1. Ketika Tuhan menampakkan Diri kepada Abram, Tuhan  memperkenalkan DiriNya sebagai siapa ? mengapa demikian ? [ ayat 1 ]
  2. Apa tuntutan Tuhan kepada Abram ? [ ayat 1 ]
  3. Apakah  isi janji Allah kepada Abram ? mengapa Allah berjanji seperti itu ? [ ayat 2 ]

RENUNGAN.

Kita sering mendengar kata ‘EL-SYADDAY’, bahkan ada sebuah lirik lagu kontemporer yang refreinnya berbunyi demikian, : “El-syadday, El-syadday Allah Maha kuasa, Dia besar, Dia besar El-syadday mulia, El-syadday, El-syadday Allah Maha Kuasa, berkatNya melimpah, El-syadday. Dalam lirik lagu ini nama El-syadday hendak dihubungkan dengan Allah Maha kuasa, Allah yang Maha besar, Allah yang Maha mulia dan Allah yang memberkati. Dengan demikian membuat kita senang menyanyikan lagu ini, karena Allah yang Maha kuasa, besar, mulia adalah Allah yang memberkati.  Akan tetapi apakah dalam perjalanan hidup ini, kita dapat merasakan bahwa Allah yang Maha kuasa, besar dan mulia itu nyata dalam iman kita ? dan bagaimana pengalaman tokoh kita Abram ?

Ketika Abram berumur 99 tahun, maka Tuhan menampakkan Diri kepada Abram dan berfirman kepadanya. Dalam penampakkan itulah Tuhan memperkenalkan DiriNya sebagai “Allah yang Maha Kuasa” atau “El-syadday”. Kata El-syadday dalam kitab kejadian selalu dihubungkan dengan suatu berkat dari Allah atau penggenapan berkat-berkat yang dijanjikan Allah  dan ketika Tuhan menyatakan DiriNya kepada Abram, Tuhan bermaksud hendak menyatakan penggenapan janjiNya  kepada Abram setelah Abram dan Sarai tidak sabar menunggu janji Tuhan dengan mengambil Hagar sebagai istri. Oleh sebab itu kini Tuhan memperbaharui janjiNya dan segera akan menggenapinya. Namun dalam janji tersebut Tuhan memberikan perintah yang harus dipatuhi Abram. Apa itu ? yaitu supaya Abram hidup dihadapan Tuhan dengan tidak bercela [ “hiduplah dihadapanKu dengan tidak bercela” ]. “Hiduplah”, berarti jalankanlah hidupmu senantiasa dengan sempurna dihadirat Allah juga jalan dan haluan hidupmu ditentukan oleh kehadiran Allah disegala masa dan tempat. “dengan tidak bercela”, berarti berhubungan dengan kelakuan susila yang baru dimana Abram dituntut menjaga hidup dalam persekutuan dengan Allah sehingga tiada sesuatu apapun yang dapat memisahkan abram dari persekutuannya dengan Allahnya. Perintah Tuhan kepada Abram sebenarnya tidak berlebihan dan Tuhan pasti melihat kesanggupan Abram sehingga di ayat 2b Tuhan menyatakan janjiNya kepada Abram dan segera akan menggenapinya yaitu bahwa Tuhan akan membuat keturunan Abram sangat banyak.

Bagi kita “El-syadday,” Allah Maha kuasa bukanlah sekedar sebuah lirik lagu yang indah dan merdu ketika dinyanyikan tetapi merupakan realita dari kehidupan  beriman. Bahwa Allah yang Maha kuasa selalu menyatakan kuasaNya dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah saudara telah mengalaminya ? amin.

El-syadday –Allah Maha Kuasa, buktikan kuasaNya dalam kehidupan anda”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*