suplemenGKI.com

Senin, 27 April 2020

26/04/2020

Kejadian 18:1-15

MEMAHAMI JANJI ALLAH

PENGANTAR
Janji Allah adalah landasan bagi setiap doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Charles H. Spurgeon, seorang pengkhotbah abad ke-19 yang dijuluki the Prince of Preachers, mengungkapkan, “Doa yang tidak dilandasi oleh janji Allah tidak mempunyai landasan yang benar.” Sungguh berbahaya jika kita meminta sesuatu yang Allah tidak pernah janjikan kepada kita, apalagi jika kita “memaksa” Allah untuk memenuhi keinginan kita. Karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang tepat mengenai janji-Nya.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-8.Menurut Anda, siapakah tiga orang yang mengunjungi Abraham siang hari itu? (ay. 1-2a). Bagaimana Abraham menyambut mereka? (ay. 2b, ay. 3-8). Apa yang dapat kita pelajari dari cara Abraham menyambut mereka?
  • Ay. 9-15. Mengapa mereka menanyakan Sara? (ay. 9-10). Apa yang mereka katakan tentang Sara? (ay. 11-12). Bagaimana Tuhan menanggapi sikap Sara (ay. 13-15). Dari bagian ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai janji Tuhan? (lihat ay. 14a, “Adakah sesuatu pun yang mustahil untuk Tuhan?”)

Sebagian penafsir berpendapat bahwa tiga orang ini adalah para malaikat. Ada juga yang berpendapat bahwa salah satu dari mereka adalah Tuhan sendiri yang menampakkan diri sebagai manusia (ay. 1a). Alkitab tidak memberi kita petunjuk yang lebih jelas mengenai hal itu. Namun, hal penting yang diuraikan dengan cukup rinci justru sikap Abraham dalam menyambut mereka. Abraham menyambut tiga orang ini dengan penuh rasa hormat (ay. 2b). Kedua, Abraham menjamu para tamunya dengan hidangan yang terbaik (ay. 3-8). Keramahtamahan, yaitu keterbukaan hati, seperti ini sangat penting dalam menyambut kehadiran dan karya Tuhan di dalam kehidupan kita.

Tujuan kedatangan mereka adalah menegaskan kembali janji Tuhan kepada Abraham (lihat Kej. 15:1-8). Mereka menegaskan bahwa Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki pada tahun depan (Kej. 18:10). Ini berarti bahwa dalam waktu dekat Sara akan mengandung. Sara tertawa karena secara biologis hal itu mustahil terjadi. Sara telah tua dan telah mati haid (ay. 11-12). Mereka menanggapi sikap Sara dengan menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil untuk Tuhan (ay. 14a).

Melalui bacaan hari ini, kita belajar bahwa: 1) Tuhan setia memegang janji-Nya kepada umat-Nya, 2) Tuhan sanggup menggenapi janji-Nya dengan kuasa-Nya yang melampaui keterbatasan manusia, 3) Kita harus memegang janji-Nya dengan hati dan pikiran yang terbuka karena waktu dan cara Tuhan menggenapi janji-Nya tidak selalu sesuai dengan keinginan dan pikiran kita.

REFLEKSI
Janji Tuhan adalah dasar dari setiap doa kita. Karena itu, kita perlu memahami janji Tuhan dengan benar dan memegang janji-Nya dengan hati dan pikiran yang terbuka.

TEKADKU
Tuhan, berikan aku semangat dan hikmat untuk mempelajari firman-Mu dengan lebih sungguh-sungguh agar aku lebih memahami janji-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan melakukan introspeksi (memeriksa hatiku dan pikiranku) untuk menemukan bagian-bagian di dalam hidupku di mana aku telah “memaksa” Tuhan untuk menuruti keinginanku, dan aku akan memohon ampun untuk hal itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«