suplemenGKI.com

Senin, 27 April 2015

26/04/2015

Kisah Para Rasul 8:26-35

KELUAR DARI ZONA NYAMAN

PENGANTAR
Kesuksesan dalam pelayanan dapat meningkatkan motivasi pelayanan kita. Juga, popularitas yang kita peroleh dari kesuksesan itu dapat mendorong kita melayani lebih bersemangat. Namun, kesuksesan dan popularitas juga dapat menghambat terwujudnya rencana dan karya Allah dalam hidup kita. Jika kita sudah sukses dan populer di suatu tempat pelayanan tertentu, kita akan merasa nyaman dan ingin terus berada di sana.  Kondisi ini dapat membuat kita enggan menangkap dan mengerjakan visi yang baru yang Allah berikan kepada kita.  Mengapa? Karena untuk mengerjakan visi yang baru berarti kita harus berhadapan dengan situasi yang baru, dengan tantangan yang baru pula.

PEMAHAMAN

Ay. 26-27a   Ketika malaikat Tuhan mendatangi Filipus dan mengutusnya memberitakan Injil kepada seorang sida-sida dari Etiopia, Filipus sedang berada di Samaria, di antara orang-orang yang takjub dengan pelayanannya di sana (8:5-13). Namun, malaikat Tuhan menyuruh Filipus meninggalkan Samaria.

  • Pergi ke mana? Kepada siapa? (bandingkan dua situasi yang sangat berbeda ini).
  • Bagaimana sikap Filipus? Apa yang dapat Anda pelajari dari sikap Filipus ini?

Setelah kematian rekan sepelayannya, Stefanus, yang disusul dengan penganiayaan  jemaat di Yerusalem (8:1-3), Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Injil di sana (8:4-8). Di Samaria, Filipus meraih sukses besar. Ia mengadakan berbagai mukjizat yang luar biasa: orang yang kerasukan roh jahat dipulihkan, orang yang lumpuh dan timpang disembuhkan  (8:7). Orang-orang di kota itu sangat bersukacita (8:8) dan memberi diri untuk dibaptis (8:12). Popularitas Filipus pun melejit melampaui Simon, seorang ahli sihir yang terkenal di kota itu (8:9-12). Jika Filipus tetap tinggal dan menetap di kota tersebut, tentu ia akan menjadi seorang tokoh yang dihormati dan disegani.

Namun, Filipus rela meninggalkan popularitas dan kesuksesannya di Samaria dan pergi ke suatu tempat yang dikenal sebagai “jalan yang sunyi.”Di “jalan yang sunyi” ini, Filipus tidak lagi berjumpa dengan banyak orang yang takjub dengan mukjizat-mukjizat yang dilakukannya. Filipus hanya berjumpa dengan seseorang yang sama-sekali belum mengenalnya. Filipus rela meninggalkan popularitas dan kesuksesannya di Samaria untuk mengerjakan visi baru yang diberikan Tuhan kepadanya.

REFLEKSI

  • Berapa lamakah Anda sudah berada di bidang pelayanan yang Anda jalani sekarang?  Apa yang membuat Anda betah di bidang tersebut?
  • Pernahkah Anda mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam bidang pelayanan yang termasuk baru bagi Anda? Bagaimana Anda menyikapinya?

TEKADKU
Tuhan, aku ingin belajar menangkap dan melaksanakan visi yang baru, sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu bagiku. Tuhan, berikan aku keberanian dan kemampuan untuk menghadapi tantangan yang baru.

TINDAKANKU
Aku akan menggumulkan dan mendoakan dengan sungguh-sungguh kesempatan pelayanan yang Tuhan sediakan di hadapanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«