suplemenGKI.com

MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN

Ulangan 3:23-29

Pengantar
Keadaan yang sulit diterima adalah ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jika kita tidak percaya dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan maka akan menimbulkan rasa kecewa dan putus asa dalam diri kita. Apalagi ketika kita sudah banyak berkorban dengan sesuatu yang kita harapkan dan kita inginkan itu. Melalui renungan kita hari ini kita akan belajar bagaimana Musa menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.

Pemahaman

  • Ayat 23-25    : Apakah yang menjadi harapan dan permohonan Musa di hadapan Tuhan?
  • Ayat 26-29    : Bagaimana jawaban Tuhan atas permohonan Musa? Apakah yang harus Musa lakukan?
  • Pernahkah kita kecewa dengan jawaban doa kita kepada Tuhan? Apakah yang saudara lakukan untuk mengatasi kekecewaan itu?

Musa adalah orang yang dipilih oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir, ia juga yang menuntun bangsa Israel di padang gurun untuk menuju tanah yang telah dijanjikan oleh Allah. Tetapi, ia juga telah melakukan ketidaktaatan yang serius dan konsekuensinya adalah dia tidak akan diizinkan untuk memasuki Kanaan (Bil. 20:8-12). Namun dia berharap dan memohon kasih karunia dari Tuhan untuk mengubah keputusannya supaya ia bisa ikut menyeberang sungai Yordan dan masuk ke negeri yang telah dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel (Ay. 23).

Tuhan tidak memperkenankan Musa untuk menyeberang sungai Yordan, bahkan ia berkata bahwa Tuhan murka kepadanya dan meminta agar Musa tidak membicarakan hal itu lagi kepada Tuhan (Ay. 26). Kemudian Tuhan hanya menyuruh Musa untuk melihat dari kejauhan sungai Yordan itu, di puncak gunung Pisga. Dan Tuhan justru memerintahkan Musa untuk menguatkan dan meneguhkan Yosua sebagai pemimpin pengganti bagi bangsa Israel untuk menyeberang dan memasuki negeri yang telah Tuhan janjikan kepada mereka.

Bagi Tuhan, perjalanan Musa mengantar bangsa Israel memang cukup sampai di lembah, di -tentangan Bet-Peor. Tuhan melakukan hal itu juga mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Yang pasti rencana Tuhan tidak tergantung pada kehendak atau manusia, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Tuhan Allah menyatakan firman-Nya kepada Musa dan juga kepada setiap kita pasti dengan rancangan yang baik, hanya terkadang kita belum bisa memahami rencana-Nya. Yang Tuhan mau tetap taat dan percaya kepada-Nya meskipun apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita.

Refleksi
Renungkanlah: Mari kita menjadi orang yang terus percaya akan rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita, percaya bahwa Tuhan mempunyai maksud dan rencana yang baik dalam hidup kita dan tetap taat pada kehendak-Nya

Tekadku
Ya, Tuhan tolong saya supaya saya tidak cepat kecewa dan putus asa ketika keinginan dan harapan kami belum terwujudkan, ajarlah saya untuk terus taat dan tetap setia kepada-Mu

Tindakanku
Saya akan menjalankan tugas pelayanan apapun yang Tuhan telah percayakan kepada saya saat ini dengan penuh sukacita dan penuh rasa syukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«