suplemenGKI.com

DATANG & BERSERU

Habakuk 1:1-4

 

PENGANTAR
Pernahkan saudara menghadapi situasi yang tidak mudah dipahami?  Situasi yang seolah tidak masuk akal dan tidak mungkin terjadi, tapi faktanya terjadi dan nyata di depan mata?  Pertanyaan selanjutnya, apa yang akan kita lakukan dalam situasi seperti ini?  Mari kita belajar dari Habakuk.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1:  Dalam situasi seperti apakah Habakuk menerima  panggilan?
  • Ayat 2:  Apa yang disampaikan dan dipersoalkan Habakuk?
  • Ayat 3:  Sulit atau tidak bagi Habakuk memahami apa yang sedang terjadi?
  • Pernahkah saudara menghadapi situasi yang tidak mudah dipahami?
  • Apa yang saudara lakukan dalam keadaan seperti itu?

Kehidupan manusia selalu beragam dan berubah adanya.  Tidak selamanya mengalir lurus tanpa persoalan.  Adakalanya, tampak begitu mudah dilewati, tapi di lain kesempatan diwarnai dengan hal-hal yang sulit dipahami dan diterima.  Demikian juga kehidupan Habakuk di tengah umat-Nya.  Habakuk bingung dan sulit menerima kenyataan mengapa Allah berencana memakai Babel sebagai alat pelaksana hukuman-Nya terhadap Yehuda.  Tidakkah halitu akan mempermalukan umat-Nya di hadapan bangsa asing yang tidak percaya Allah? Ternyata rencana tersebut menjadi kenyataan.  Berulang-kali Yerusalem jatuh ke tangan bangsa asing.  Bukan hanya itu saja, perkakas Bait Allah juga dijarah dan diboyong dari Yerusalem.  Semua terjadi begitu mudah seolah umat-Nya adalah umat yang kecil dan tidak berdaya memberikan perlawanan.  Wajar bila Habakuk kemudian mengajukan pertanyaan kepada Allah atas nasib bangsa-Nya.  Bukan untuk berbantah tapi sebagai refleksi atas nasib bangsanya;  yang ia rindukan keadaannya agar menjadi makin baik.  Ketika segala sesuatu tampak sulit dimengerti dan seolah tidak berubah, satuhal yang tidak boleh berubah adalah kesetiaan berharap hanya kepada Tuhan.  Sikap yang patut dicontoh.  Sesulit apapun, datang dan berserulah kepada Tuhan.

Perjalanan kehidupan keluarga juga tidak selalu  baik-baik saja.   Ada persoalan yang mudah diselesaikan.  Sebaliknya ada pula masalah yang membutuhkan waktu lebih lama dan sangat menguras energi.  Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita meresponi keadaan yang terjadi dengan cara yang tepat.  Jadi fokusnya bukan pada keadaannya tapi mencari penyebabnya serta berusaha menanganinya dengan baik.Sama seperti Habakuk yang berkenan datang dan berseru kepada Tuhan, demikianlah juga setiap keluarga yang sedang bergumul dengan persoalan hidupnya.  Jangan jauh dari Tuhan.  Mari datang dan berserulah kepada Tuhan, sebab Dialah sumber pertolongan dan penghiburan meski mungkin persoalan kita belum selesai.

REFLEKSI
Persoalan hidup sekali-kali tidak akan pernah menjauhkan Tuhan dari manusia.

TEKADKU
Aku tidak membiarkan segala persoalan menghalangiku untuk datang dan berseru pada-Nya.

TINDAKANKU
Aku mau datang dan berseru kepada Tuhan, dalam keadaan apapun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*