suplemenGKI.com

Ulangan 6:1-9

 

“Haruslah kamu takut akan Tuhan”

Pengantar:
            Mendengar perintah yang diulang-ulang memang bisa membuat kita bosan dan mungkin juga jengkel, apalagi perintah yang diulang-ulang itu hal yang sama. Mungkin kita akan berkata “Tidak ada perintah lain apa?” Apapun respon kita namun di balik itu pasti ada maksud yang penting, itu sebabnya perlu disampaikan berulang-ulang. Misalnya, seorang ibu terus mengingatkan anaknya agar berhenti main HP: “Nak berhentilah main HP” Tujuannya agar anaknya tidak habis waktu hanya main HP karena ada hal lain yang lebih penting seperti  belajar dan sebagainya. Bacaan hari ini tentang seruan kepada Israel agar takut akan Tuhan.

Pemahaman:

  1. Apa konteks dari bacaan Ulangan 6 ini bagi umat Israel? (v. 1-4)
  2. Apa hal terpenting yang ditekankan oleh Allah bagi umat Israel? (v. 5-9)

Ulangan pasal 6 ini biasa disebut sebagai “Syema Yitsrael” yang artinya “Dengarlah, hai orang Israel” Syema Yitsrael adalah dua kata pertama yang digunakan sebagai bagian utama dari doa-doa Yahudi. Shema Yitsrael dipandang sebagai doa yang paling penting dalam agama Yahudi, sehingga penyebutannya dua kali dalam sehari itu di hayati sebagai Mitzvah yaitu perintah rohani dari Tuhan sebagai suatu panggilan bagi umat Israel untuk mendengarkan firman Tuhan. Umat Israel wajib melafalkan Syema Yitsrael ini dalam setiap doa-doa mereka terutama dalam ibadah di rumah-rumah ibadah Israel. Mengapa demikian, karena Syema Yitsrael ini juga dihayati sebagai pengakuan Iman monoteisme bangsa Israel yang paling mendasar yang menegaskan bahwa Allah Israel itu berbeda dengan ilah-ilah yang lain. Allah Israel adalah Allah yang menyatakan diri-Nya kepada umat Israel dan Allah yang dapat dipercayai serta tidak pernah berubah untuk selama-lamanya (v. 1-4)

Melalui Syema Yitsrael ini umat Israel dipanggil dan diajar untuk hidup takut akan Tuhan, hidup takut akan Tuhan adalah inti dari panggilan Allah bagi umat Israel. Melalui hidup takut akan Tuhan akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan secara utuh. Secara spiritual mereka tidak akan mudah berpaling pada ilah-ilah lain khususnya ketika mereka akan memasuki tanah Kanaan. Secara jasmani mereka tidak perlu kuatir akan penghidupan mereka karena Allah akan memelihara hidup mereka dengan sempurna. Itu sebabnya perintah untuk hidup takut akan Tuhan diulang-ulang dan terus-menerus diajarkan kepada umat baik secara berjemaah maupun dalam keluarga masing-masing, karena sangat penting bagi umat Israel. Bagaimana dengan kita, apakah hidup takut akan Tuhan adalah juga hal yang penting dalam hidup kita?

Refleksi:
Di tengah situasi hidup yang tidak mudah seperti sekarang ini, kita perlu sungguh-sungguh memilih hidup takut akan Tuhan melalui ketekunan dan kesetiaan beriman kepada-Nya.

Tekadku:
Tuhan, ajarkan dan mampukan saya untuk hidup takut akan Engkau, agar saya tidak mudah goyah menghadapi situasi hidup yang tidak mudah ini.

Tindakanku:
Saya mau belajar dan berjuang untuk setia hidup takut akan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, agar Iman saya tidak mudah goyah apapun keadaan yang saya alami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«