suplemenGKI.com

Memilih Untuk Pakai Cara Sendiri, Berakhir Tragis.

Rut 1:1-5

 

Pengantar

“Kita adalah pilihan-pilihan kita”, kata Jean-Paul Sartre, filsof dan penulis ternama dari Perancis. Siapa diri kita sangat ditentukan oleh pilihan-pilihan yang kita buat, demikian kurang lebih maksudnya. Apabila ditinjau dari caranya memilih, paling tidak ada tiga tipe orang Kristen. Tipe pertama adalah orang yang mengaku sebagai orang beriman, namun dalam hidupnya ia lebih suka memilih untuk pakai cara atau jalannya sendiri. Ia tak pernah berkonsultasi dengan Tuhan. Tipe yang kedua adalah orang Kristen yang hanya datang dan berdoa dengan sungguh-sungguh pada Tuhan ketika ia sedang menghadapi persoalan berat. Tipe ketiga adalah orang yang senantiasa mau hidup melekat pada Tuhan. Dalam setiap keputusan yang diambilnya, ia selalu mengikutsertakan Tuhan. Mari kita belajar dari kisah tentang Elimelekh, pria asal Betlehem-Yehuda dalam perikop berikut ini. Ia mestinya orang yang “mengenal” Tuhan, apalagi arti nama Elimelekh adalah “My God is King”. Tapi termasuk tipe yang mana Elimelekh dan apa akibat pilihan yang ditetapkannya?

Pemahaman

  1. Apa yang sedang terjadi pada masa itu dan apa yang dilakukan oleh Elimelekh bersama istri dan kedua anaknya? Darimana mereka berasal dan di mana mereka memutuskan untuk menetap sebagai orang asing? Menurut Sdr tepatkah pilihan Elimelekh? (Ayat 1-2)
  2. Apa yang kemudian terjadi dengan Elimelekh dan keluarganya? (Ayat 3)
  3. Apa pendapat Sdr tentang pernikahan anak-anak Elimelekh dan Naomi dengan perempuan-perempuan Moab? (Ayat 4)
  4. Apa yang terjadi dengan Naomi setelah 10 tahun tinggal di negeri asing? (Ayat 5)

Tindakan Elimelekh untuk meninggalkan daerah asalnya (Efrata, Betlehem-Yeduda) dalam rangka mencari penghidupan yang lebih baik bagi keluarganya tampak tak ada yang salah. Namun sebagai orang percaya, jika kita pada posisi Elimelekh, apakah kita sudah melibatkan Tuhan sebelum memilih atau menentukan sebuah tindakan? Memutuskan untuk tinggal di daerah Moab jelas bukan sebuah pilihan yang tepat, lebih-lebih bukan hanya untuk tinggal sementara. Baca Kejadian 19:30-38 dan Bilangan 25:1-3 untuk mengetahui tentang Moab. Alih-alih menyelamatkan kehidupan, tindakan Elimelekh berakhir justru dengan kematian dirinya dan kedua anaknya.

Refleksi

Apakah kita senantiasa telah melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan  yang kita ambil atau dalam setiap pilihan yang kita tetapkan?

Tekad

Aku mau belajar dan berupaya untuk selalu berkonsultasi dengan Tuhan terlebih dahulu sebelum bertindak.

Tindakan

Bertanya kepada Tuhan dalam doa dan perenungan diri untuk setiap langkah hidupku sehari-hari serta untuk setiap keputusan dan pilihan yang perlu aku tetapkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«