suplemenGKI.com

Maleakhi 3:1-3

 

Dia Akan Datang Segera, Persiapkanlah Jalan Bagi-Nya

            David. McCasland – penulis Our Daily Bread edisi Januari 2004, di head line tulisannya ia menulis sembuah pemikiran sederhana tentang kunjungan yang direncanakan dengan kunjungan yang tidak direncanakan dari seorang pejabat penting. Kunjungan yang direncanakan selalu dipersiapkan secara matang jauh-jauh hari. Mulai dari persiapan waktunya,  tujuannya, transfortasi apa, lama waktu kunjungan, pihak penerima telah dihubungi sebelumnya dan apa kegiatan dalam  perkunjungan tersebut. Berbeda dengan kunjungan yang tidak direncanakan, tidak dipersiapkan secara detail, bahkan terkesan mendadak. Namun kunjungan yang demikian biasanya merupakan surprise yang mendalam. Perkunjungan demikian biasanya terjadi karena ada kondisi yang mendesak, di luar schedule dan penting untuk segera dilakukan. Bacaan dalam renungan hari ini berbicara tentang bagaimana kesiapan menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali nya kelak.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Dalam ayat 1, kita jumpai ada yang mengutus dan ada yang diutus. Siapakah yang dimaksud?
  2. Apa tujuan Allah mengutus utusan-Nya? Siapakah yang akan menyambut utusan Allah itu?
  3. Bagaimana kesiapan kita menyambut kedatangan Tuhan yang akan untuk ke dua kalinya?

 

Renungan:

Kalimat pembuka dalam pasal 3:1 adalah “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku…” Mengacu pada pemikiran sederhana dari David. McCasland, maka dapat dipastikan bahwa kedatangan Tuhan ke dunia adalah sebuah kunjungan yang direncanakan dengan baik, itu jelas dari adanya utusan yang dipersiapkan. Dari pemikiran tersebut, kita juga menjadi mengerti bahwa yang mengutus adalah Tuhan sendiri. Kemudian yang tidak kalah penting untuk kita pahami dalam konteks ini adalah, siapakah yang diutus itu? The Wycliffe Bible Commentary secara gamblang menyebutkan bahwa “Utusan-Ku” adalah mengacu pada Yohanes Pembaptis (Band. Yes 40:3, Mark 1:2-3)

Tujuan perutusan itu adalah untuk mempersiapkan jalan bagi-Ku (Tuhan) Mempersiapkan yang dimaksud adalah berbicara tentang bagaimana seharusnya kehidupan manusia, baik sebagai orang-orang yang sudah percaya, sebagai orang-orang yang dipanggil menjadi pelayan Tuhan (orang Lewi) atau sebagai orang-orang yang masih menutup hatinya bagi Tuhan. Terkait dengan maksud itu, maka berita yang diserukan oleh sang utusan berupa seruan pertobatan (Band. Mat 3:1-3) Konkritnya seruan pertobatan itu, ketika sang utusan mengecam kemerosotan moral, formalitas keagamaan yang semu atau kosong (hanya tampak melakukan ibadah tetapi memungkirinya dengan hidup tidak sesuai kehendak Tuhan) Dan terutama golongan orang-2 yang memandang perbuatan jahat adalah baik di mata Tuhan alias orang-2 yang tidak percaya (Mal 2:17) Orang-orang semacam itu harus bertobat dan menyadari sikap, perbuatan dan kekerasan hatinya. Karena jika tidak demikian mereka akan tidak tahan menghadapi kedatangan Tuhan yang akan menghakimi dan menghukumnya.

Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang ke dua kalinya adalah pasti dan bukan lagi untuk memberikan anugerah keselamatan, tetapi untuk menghakimi dan menghukum mereka yang memungkiri kehidupan keagamaannya dan menolak Kristus dalam hidupnya. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kalinya? Hanya satu permintaan Tuhan: Persembahkan korban yang benar kepada Tuhan, yaitu hidup seturut dengan anugerah dan kehendak Tuhan, itulah makna persiapkanlah jalan bagi Tuhan. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*