suplemenGKI.com

Senin 26 Maret 2018

25/03/2018

TUHAN TERBUKA, INSAN BERSUKA

Yesaya 25 : 6 – 9

Pengantar
Dalam kehidupan ini, ada orang-orang yang memiliki cara dan pandangan hidup yang hanya ditujukan atau berpusat kepada orang (pihak) lain secara terbatas. Keterbatasan itu bisa diartikan hanya sebatas satu keluarga, satu kampung halaman, ataupun satu iman. Bahkan dalam syair sebuah lagu yang didasarkan pada Mazmur 133, ungkapan “saudara-saudara diam bersama” dimaknai (diganti) menjadi “saudara seiman” sehingga menjadi berbunyi: O betapa indahnya, dan betapa eloknya, bila saudara seiman. Tapi apakah itu yang dikehendaki ALLAH dalam kehidupan kita? Atau apakah ALLAH meneladankan hal yang demikian dalam menyatakan anugerah-NYA? Mari kita membaca kitab Yesaya 25 : 6 – 9 untuk mendapatkan pesan yang TUHAN hendak nyatakan (baca: teladankan) bagi kita.

 

Pemahaman
Ayat  6 – 8           :  Hal apakah yang TUHAN perbuat?

Ayat  9                  :  Bagaimana respons orang yang mengalami perbuatan TUHAN?

Dalam ayat 6 – 8 dinyatakan bahwa TUHAN akan menganugerahkan (menyediakan) keselamatan bagi bangsa-bangsa di gunung Sion, dan ini digambarkan dengan adanya sebuah perjamuan sukacita yang besar. Namun yang terlebih penting bahwa keselamatan yang dianugerahkan TUHAN tidak hanya bagi bangsa Israel tapi bagi segala bangsa. Ini menjadi teladan dan inspirasi bagi setiap umat TUHAN untuk juga melakukan hal yang sama, yaitu berbagi anugerah kehidupan kepada semua orang dan tidak secara terbatas (eksklusif). ALLAH adalah TUHAN yang terbuka bagi semua insan di dunia.

Dengan adanya janji keselamatan dari TUHAN bagi segala bangsa, maka semua orang yang mengalami pada waktunya akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (ayat 9) . Maka sesungguhnya ini harus menjadi respons dari setiap orang percaya yang telah mengalami keselamatan dalam TUHAN YESUS Kristus, yaitu untuk dapat hidup dalam sukacita sejati yang TUHAN anugerahkan.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita telah meneladani ALLAH dalam menyatakan kehidupan yang baik bagi semua orang?
  • Apakah kita telah bersaksi tentang ALLAH yang telah menganugerahkan sukacita sejati, yaitu hidup yang diselamatkan? 

Tekad
TUHAN, tolonglah aku agar dapat memiliki cara pandang dan cara hidup TUHAN yang berkenan menyatakan anugerah secara tidak terbatas (terbuka). 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha untuk bersaksi tentang TUHAN serta bersukacita dan hidup bersyukur atas anugerah keselamatan-NYA.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«