suplemenGKI.com

DASA TITAH ( bag. 1 ) : AKU DAN TUHANKU

Keluaran 20:1-11

 

Pengantar
Rafathar adalah putra dari artis terkenal, Raffi Ahmad. Suatu ketika Rafathar menangis lantaran melihat ayahnya sedang memandu acara di sebuah stasiun Televisi. Maklum, sang ayah dikenal sibuk sehingga Rafathar pun sangat rindu pada ayahnya. Dalam hal ini kita melihat bahwa adanya relasi antara anak dan ayah yang begitu dekat. Hal ini juga terjadi pada setiap ayah dan anak lainnya. Relasi yang begitu dekat dan dibangun atas dasar cinta kasih, membawa setiap anak dapat menghormati ayahnya. Demikian pula dengan renungan hari ini. Umat percaya pasti banyak mengenal tentang Sepuluh Perintah. Sepuluh Perintah diberikan bukan tanpa tujuan, melainkan ada relasi-relasi yang hendak dibangun di dalamnya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Siapakah yang memberikan Sepuluh Perintah kepada bangsa Israel? Mengapa Sepuluh Perintah tersebut diberikan kepada bangsa Israel?
  • Ayat 3-11       : Apa sajakah isi dan makna Perintah pertama hingga keempat ?

Sepuluh Perintah atau Dasa Titah ditulis oleh Allah sendiri di atas dua loh batu, diberikan kepada Musa dan bangsa Israel. Sepuluh Perintah diberikan agar bangsa Israel selalu mengingat bahwa Allah telah melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir sehingga umat patut bersyukur atas segala kemurahan Allah (ayat 2). Sepuluh Perintah juga berisi tentang hukum yang harus ditaati oleh seluruh umat, mengingat keberadaan mereka di tengah-tengah bangsa lain yang tak mengenal Tuhan. Hukum I-IV berisikan relasi Allah dengan manusia (ayat 3-11), sedangkan hukum V-X mengatur relasi manusia dengan sesama (ayat 12-17). Adapun isi dan makna hukum I-IV sebagai berikut:

  1. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (ayat 3). Perintah ini mengingatkan bangsa Israel bahwa hanya kepada Tuhan saja-lah mereka sujud menyembah. Israel diminta selama hidupnya untuk senantiasa mencari Tuhan dan takut kepada-Nya
  2. “Jangan membuat bagimu patung..” (ayat 4-6). Perintah kedua ini mengingatkan bangsa Israel untuk tidak membuat patung dan menyembah dewa-dewa asing. Dalam perintah ini pula terdapat hukuman bagi yang melanggar dan kasih setia bagi mereka yang taat pada perintah Allah.
  3. “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu dengan sembarangan..” (ayat 7). Perintah ini mengingatkan seluruh umat Israel untuk menjaga kekudusan nama Tuhan Allah.
  4. “Ingatlah dan Kuduskanlah hari Sabat..” (ayat 8-11). Mengkuduskan hari Sabat mengandung pemahaman bahwa umat diminta untuk memisahkan hari Sabat berbeda dengan hari lainnya dan umat diminta untuk memberikan diri untuk beribadah dan melayani Allah.

Secara keseluruhan hukum I-IV ini mengatur relasi manusia dengan Allah, yang mana Allah senantiasa hadir dan senantiasa terlibat dalam hidup manusia. Oleh sebab itu, umat Israel diminta untuk senantiasa bersekutu dan mengenal Allah lebih lagi.

Refleksi
Adakah kehidupan kita sudah melaksanakan 4 perintah Allah tersebut agar kita semakin mengenal Allah lebih dalam lagi? Hambatan apa saja yang muncul untuk membangun relasi dengan Tuhan? Apa yang sudah kita lakukan untuk mengembalikan gairah berelasi dengan Tuhan yang mulai memudar?

 

Tekadku
Tuhan tolonglah aku untuk mau melakukan perintah-Mu. Engkau telah berkarya dan hadir dalam hidupku.  Ajarku untuk lebih mengenalMu dan membangun persekutuan lebih lagi denganMu. 

Tindakanku
Aku mau meninggalkan kebiasaan lamaku…. (sebutkan), yang merupakan hambatan untuk berelasi dengan Tuhan. Aku mau bersekutu dengan Tuhan lebih lagi, karena Ia telah hadir dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*