suplemenGKI.com

Senin, 26 April 2010

25/04/2010

Kisah Para Rasul 11:1-10

Mereka Juga Boleh Mendapat Bagian Anugerah Allah

Perikop ini berbicara tentang Rasul Petrus yang mempertanggungjawabkan pemberitaan firman Allah yang berbuahkan pembaptisan kepada bangsa-bangsa lain (diluar bangsa yahudi) Contoh konkritnya di ayat 2. Petrus dipersoalkan karena telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat (warga non Yahudi) dan makan bersama-sama dengan mereka, oleh orang-orang Yerusalem. Keadaan ini bukan hanya sekedar dipersoalkan oleh warga Yahudi di Yerusalem, tetapi sampai telah menjadi sumber perselisihan antara Rasul-Rasul (Petrus) dengan mereka yang merupakan warga Yahudi.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Mengapa orang-orang Yahudi mempersoalkan Rasul Petrus masuk dan makan di rumah orang-orang non Yahudi? (ay. 2-3)
  2. Apa tujuan Petrus menjelaskan tentang  penglihatanya kepada bangsa Yahudi ? (ay. 4-10.

Renungan:

Setiap orang pasti mempunyai identitas. Dan indentitas itulah yang membedakanya dengan orang lain. Identitas seseorang sangat mempengaruhi cara pandangnya terhadap orang lain dan cara pandang orang lain terhadap dirinya. Anda akan sangat menghormati seorang anak yang berasal dari keluarga bangsawan, karena identitas kebangsawananya. Tetapi berbeda jika anda berjumpa dengan anak seorang tukang becak, mungkin anda tidak akan menganggapnya sekalipun ia ada di depan anda (ini hanya contoh)

Orang-orang Yahudi, memandang diri mereka adalah kelompok orang yang suci dan tinggi derajatnya karena mereka adalah orang-orang umat pilihan Allah yang ditandai dengan sunat jasmani sebagai identitas konkritnya. Identitas itu lalu membentuk mereka menjadi merasa lebih superior atau lebih baik, lebih rohani dan lebih bermartabat dari golongan orang-orang yang tidak bersunat secara jasmani (band Kis 10:23b-28) Petrus mengakui bahwa adanya peraturan yang sangat keras melarang orang Yahudi bergaul dengan orang non Yahudi. Menganggap najis orang-orang yang tidak bersunat.

Tetapi Petrus sebagai Rasul Tuhan, telah ditunjukan oleh Tuhan suatu penglihatan yang membuka cara pandang mereka terhadap orang-orang yang dianggap najis dan tidak rohani. Mungkin kelihatanya aneh, karena yang diperlihatkan oleh Tuhan kepada Petrus adalah sejumlah binatang berbeda-beda melalui kain lebar yang bergantung dari keempat sudut (Lih ay. 4-10) Petrus pada awalnya tidak mengerti tentang hal itu, dia mungkin hanya berpikir hewan-hewan itu memang diperintahkan untuk dimakan maka dia berkata hewan-hewan itu haram. Tetapi rupanya Tuhan harus menjelaskan inti tujuan dari penglihatan itu adalah terkait dengan sikap jemaat dari golongan bangsa yahudi yang karena identitas sunatnya sehingga sangat membeda-bedakan orang non Yahudi sebagai golongan yang najis.

Tidak jarang kita menjumpai kehidupan jemaat yang mempertahankan identitas dirinya sebagai yang rohani dan yang tidak rohani hanya berdasarkan cara pandang dirinya sendiri dan juga cara pandang orang lain terhadap dirinya, bahkan karena posisinya di gereja menduduki pengurus dan lain sebagainya. Secara tidak sadar merasa diri lebih baik dari orang lain. Dengan pertolongan Roh Kudus, melalui penjelasan Petrus (lih. Ay7-10) itu hendak menunjukan prinsip kasih Allah yang tidak membeda-bedakan orang karena identitas. Kasih Allah sanggup menembus segala batas manusia. Kasih Allah menerima semua golongan yang mau bertobat dan percaya kepadaNya.

Jika Allah berkenan memberikan anugerah keselamatanNya kepada semua orang, maka tidak seorangpun yang berhak menghalanginya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*