suplemenGKI.com

Yehezkiel 18:1-4

“Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri”

Pengantar:
            Suatu hari serombongan ibu-ibu PKK, akan pergi rekreasi ke luar kota. Dari awal sudah diinstruksikan agar setiap peserta membawa bekal sarapan pagi masing-masing karena rombongan akan berangkat pukul 05.00. Mengingat jam keberangkatan sangat pagi, maka tidak mungkin untuk makan pagi dahulu, panitia juga tidak mungkin menyediakan sarapan pagi dan jika mau membeli makananpun tidak memungkinkan, karena kedai-kedai makanan pada pukul 05.00 pasti belum ada yang buka. Rupanya sebagian paserta tidak menghiraukan instruksi tersebut, sehingga tidak membawa bekal sendiri. Di tengah perjalanan beberapa peserta mengalami masuk angin dan harus berurusan dengan kondisi perut kosongnya. Mereka berteriak tentang masalah mereka, namun seorang anggota panitia berkata “Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri” Hari ini kita belajar tentang bertanggungjawab atas diri sendiri dari Yeh 18:1-4.

Pemahaman:

1)      Apakah latarbelakang yang bisa kita pahami tentang pernyataan firman Tuhan pada ayat 2-3?

2)      Apa yang hendak ditekankan oleh Allah melalui pernyataan di ayat 4?

Alkitab menyaksikan bahwa Abraham akan menjadi berkat bagi bangsa yang besar yaitu Israel  (Kej 12:2) Berangkat dari pernyataan itu maka bangsa Israel kemudian diberkati karena janji Tuhan kepada nenek-moyang mereka. Itulah yang kemudian memungkinkan mereka menduduki tanah perjanjian yaitu Kanaan. Janji Tuhan itu kemudian membuat bangsa Israel hidup dalam kenyamanan dan melimpah dari Tuhan. Namun sayangnya kondisi demikian tidak dibarengi dengan sikap sadar dan mawas diri, sebaliknya di tengah-tengah kenyamanan dan kelimpahan hidup, mereka justru menjadi terlena dan melawan Tuhan. Bangsa Israel tergoda melakukan dosa menyembah berhala, meninggalkan Tuhan, berlaku tidak adil kepada sesamanya seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka (v. 5-20) Atas dosa-dosa itu, Allah meminta pertanggunganjawab dari masing-masing pribadi di hadapan Allah. Tuhan menekankan kepada bangsa Israel, bahwa setiap orang bertangungjawab atas konsekuensi dosa yang diperbuatnya sendiri, dan konsekuensi dosa adalah mati, sebab upah dosa adalah maut (Roma 6:23a)

Refleksi
Mari kita renungkan. Mungkin kita memiliki nenek moyang atau orangtua yang hidupnya dekat dengan Tuhan, tetapi jangan berpikir melalui mereka maka otomatis kita akan menjadi dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan harus menjadi bagian kita secara pribadi, konsekuensi dosa yang kita perbuat juga adalah menjadi tanggungjawab kita pribadi dengan Tuhan.

Tekad:
Tuhan, ajarlah saya untuk menghayati tanggungjawab atas hidup dan perbuatan saya kepada-Mu.

Tindakan:
Setiap hari merefleksikan apakah hidup saya telah menyenangkan hati Tuhan atau sebaliknya mendukakan hati Tuhan, untuk semua itu saya harus siap menanggung konsekuensinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*