suplemenGKI.com

Yesaya 55:1-5

 

Undangan Bagi Semua Yang Merasa Haus

 

Pengantar
Tubuh manusia membutuhkan cairan. Kekurangan cairan (dehidrasi) akan mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jika kadar air dalam tubuh berkurang 1 persen, maka akan timbul rasa haus dan gangguan mood; jika berkurang 2-3 persen, suhu tubuh akan meningkat, timbul rasa haus dan gangguan stamina; jika berkurang 4 persen, kemampuan fisik akan menurun hingga 25 persen; dan apabila kadar air di dalam tubuh berkurang hingga 7 persen seseorang bisa jatuh pingsan hingga menyebabkan kematian. Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan manusia dengan sistem pendeteksi kekurangan cairan melalui rasa haus yang dikendalikan oleh otak manusia.

Sebagaimana tubuh bisa mengalami kekurangan air dengan segala akibatnya, demikian pula jiwa kita bisa mengalami “kekeringan” dengan segala dampak yang mengikutinya. Seperti halnya tubuh diberi kemampuan merasa haus, demikian pula jiwa kita bisa merasakan kerinduan akan Tuhan dan FirmanNya. Yesaya mengingatkan bagi setiap jiwa yang merasa “haus”, Tuhan mengundang dan menyediakan air kehidupan yang akan memuaskan jiwa kita.

 

Pemahaman
Ayat 1-3a: Apakah respons yang tepat, yang hendak diajarkan Tuhan melalui Yesaya, ketika jiwa kita  terasa “kering” dan “hampa”?

Ayat 3b-5: Apa sebetulnya yang ada dalam hati Tuhan sehingga Ia mau mengikat perjanjian abadi  dengan kita? Apa pula maksud dan kaitannya dengan “bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu?

Tuhan melalui Yesaya hendak mengingatkan kita untuk tidak mencari pemuasan rasa dahaga jiwa kita dengan hal-hal di luar Diri dan FirmanNya, yang bagaikan membelanjakan uang kita untuk sesuatu yang tidak akan pernah mengenyangkan atau memuaskan jiwa kita. Betapa banyak orang yang mencari pemuasan dahaga jiwanya dengan narkotika, obat-obatan terlarang, dan hal-hal lain yang sejenis.

Seperti seorang bapak yang sangat mengasihi anaknya, demikianlah Bapa Surgawi mengundang kita yang “haus” untuk datang kepadaNya. Ia rindu untuk memuaskan kita. Ia ingin kita mau mendengarkan dan memperhatikan FirmanNya. Ia bahkan berjanji untuk membuat kita menjadi berkat buat bangsa-bangsa, sehingga banyak orang akan datang kepada kita olehkarena mereka melihat penyertaan dan berkat Tuhan dalam hidup kita.

 

Refleksi
Ketika kita merasa lelah atau susah, kesepian, kebingungan serta jiwa kita terasa kering dan hampa, apakah kita mencari penghiburan dan pemuasannya dengan hal-hal duniawi atau dari sumber-sumber di luar Tuhan? Ataukah kita senantiasa mencari hadirantNya dan datang kepadaNya.

Tekad
Bapa Surgawi, aku sungguh bersyukur Engkau senantiasa merindukanku untuk datang kepadamu dan memuaskan dahaga jiwaku. Aku berjanji untuk senantiasa datang kepadaMu dan memegang erat janjiMu, baik ketika aku gembira maupun ketika hatiku gundah. Aku bertekad untuk tidak mencari pemuasan dahaga jiwaku dengan hal-hal di luar Engkau dan FirmanMu.

Tindakan
Mulai hari ini, setiap kali hatiku terganggu, emosiku terusik, tubuhku terasa lelah sehingga aku mudah tersinggung, aku akan datang kepadaMu. Aku mau supaya air dan makanan rohani yang telah Engkau sediakan bagiku akan senantiasa menyegarkan jiwaku. Kiranya orang akan melihat perubahan yang terjadi dalam diriku dan orang akan memuliakanMu.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*