suplemenGKI.com

Yesaya 2:1-3.

 

“Berjalan Ke Arah Pengharapan Sejati”

Pendahuluan
Dalam hidup ini selalu ada pilihan demi pilihan. Pilihan-pilihan itu bisa terdiri dari dua, tiga atau bahkan lebih. Karena hidup ini selalu diperhadapkan dengan pilihan, maka tidak jarang orang kemudian menjadi bingung untuk memilih, akibatnya tidak sedikit orang yang kemudian jatuh pada pilihan yang salah. Ketika pilihan yang diambil itu salah maka akan berdampak pada semua aspek kehidupannya. Hidup menjadi tidak maksimal, tidak ada kedamaian dan tidak bermakna. Mari kita perhatikan bacaan firman Tuhan hari ini.

Pemahaman:

  1. Bagaimanakah keadaan bangsa Yahudi pada konteks bacaan hari ini? (v. 1)
  2. Apakah yang hendak ditunjukkan oleh penulis melalui syair di ayat 2-3?

Pemukiman bangsa Yahudi terdapat di dua wilayah, yaitu wilayah Israel selatan yaitu Yehuda dan wilayah Israel Utara yaitu Yerusalem (v. 1) Pada sekitar abad ke. 8 sebelum masehi, kondisi politik-ekonomi di wilayah Yehuda maupun Yerusalem cukup stabil, kehidupan ekonomi juga makmur dan kehidupan ritual keagamaan juga nampak dijalankan dengan baik (Lih Yes 1:10-15) Namun sayang keadaan tersebut tidak berjalan seiring sejalan dengan perilaku kehidupan sehari-hari mereka. Pada pasal 1:16-17, jelas bangsa Israel juga melakukan banyak kejahatan, ketidakadilan, kemunafikan dan kecurangan. Bahkan pada pasal 1:2-3, tingkah laku mereka lebih buruk dari binatang khususnya dalam penghormatan dan kasih terhadap Tuhan. Lembu maupun keledai saja masih mampu mengenal siapa pemiliknya, tetapi Israel sudah tidak lagi bisa mengenal siapa Tuhan yang telah memberkatinya. Kestabilan politik dan kemamuran ekonomi tidak membuat mereka lebih dekat kepada Tuhan melainkan mereka lebih memilih menjauh dari Tuhan sekalipun kehihatannya mereka beribadah kepada Tuhan, tetapi ternyata hanya sandiwara. Namun kasih Allah tidak berubah terhadap umat-Nya, sehingga Ia tetap memanggil bangsa Israel untuk datang ke Sion. Sion adalah lambang kediaman atau rumah Tuhan. Tuhan menghendaki agar Israel agar berhenti memilih terlalu berharap pada kestabilan politik dan kemakmuran ekonomi, melainkan memilih untuk datang ke Sion. Di Sion lah ada pengharapan atau keselamatan yang sesungguhnya. Bagaimana dengan kita saudara, ke mana arah kita berjalan? Apakah ke arah dunia yang menyesatkan atau ke arah Tuhan Sang sumber pengharapan sejati! 

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah engkau bingung dengan pilihan arah hidupmu? Hari ini ada kabar baik, yaitu pilihlah melangkah dengan pasti ke arah Tuhan Yesus Sang pengharapan sejati.

Tekad:
Tuhan Yesus, terkadang saya takut memilih dalam hidup ini, tuntunlah saya agar memilih pengharapan sejati di dalam Engkau.

Tindakkan:
Saya mau memulai hidup di dalam Kristus, berjalan di dalam Kristus dan terus berjalan di dalam Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*