suplemenGKI.com

Senin, 25 Mei 2020

24/05/2020

PENUH KESUNGGUHAN

Imamat 9:1-11,22-24

 

Pengantar
Memiliki anak yang penurut merupakan idaman bagi setiap orang tua. Begitu juga kehidupan dan relasi kita dengan Tuhan. Ia rindu agar kita menjadi anak-anak-Nya yang selalu menuruti apa yang telah Dia ajarkan. Di sisi lain, seharusnya kita juga punya kerinduan yang sama untuk selalu menuruti apa yang Ia kehendaki di dalam kehidupan kita. Kisah tentang Firman Tuhan lewat perantaraan Musa dan para imam yang mempersembahkan korban penghapus dosa menjadi renungan bagi kita untuk menjadi pelaku perintah Allah yang patuh dan penurut serta mampu melakukan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan.

Pemahaman

  • Ayat 1-7         : Apa yang diperintahkan Musa kepada Harun?
  • Ayat 9-11       : Apa yang dilakukan oleh Harun dan anak-anaknya dalam memberi persembahan?
  • Ayat 22-24     : Apa yang diharapkan oleh para imam melalui persembahan itu?

Tuhan berfirman kepada Musa untuk mempersiapkan Harun dan anak-anaknya. Tuhan akan menahbiskan mereka, sehingga jumlah orang yang melayani dan memimpin bangsa Israel dalam perjalanan yang tidak mudah semakin bertambah dan beban tugas dapat terbagi dengan baik. Sebagai orang yang percaya penuh kepada Tuhan, maka Musa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya dengan penuh kesungguhan.

Rupanya, ketaatan Musa kepada Tuhan menular kepada orang-orang di sekitarnya. Mereka begitu taat kepada Tuhan. Berdasarkan Firman Tuhan yang datang kepada Musa, mereka diminta untuk mempersiapkan persembahan sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan kepada mereka. Momen ini terjadi dalam kerangka pentahbisan Harun dan anak-anaknya menjadi imam. Bacaan hari ini menunjukkan tugas pertama mereka setelah mereka ditahbiskan menjadi imam. Mereka memberikan persembahan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, termasuk syarat dan ketentuannya. Tugas imam adalah mengantarkan persembahan sekaligus juga mempersiapkan korban persembahan itu dengan sungguh-sungguh agar diterima dengan layak oleh Tuhan.

Persembahan menjadi media komunikasi antara Tuhan dengan umat-Nya. Untuk itulah, persembahan harus disiapkan dengan sungguh-sungguh agar diterima oleh Tuhan. Fungsi persiapan itu sekaligus menunjukkan apakah orang-orang yang berbakti kepada-Nya juga ingin menjalin relasi yang sungguh-sungguh. Persembahan yang diberikan oleh mereka dianggap layak dan Tuhan menerima persembahan tersebut. Semua orang bersukacita dan bersorak-sorai. Kunci dari diterimanya persembahan itu bukanlah sekadar apa yang mereka berikan, tetapi Tuhan melihat kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan. Musa dan para imam menjadi contoh bagi kita untuk hidup menuruti apa yang sudah Tuhan perintahkan dan melakukannya dengan penuh kesungguhan.

Setiap hari kita melakukan berbagai aktivitas di tengah kehidupan kita. Kita melakukan tanggung jawab kita sehari-hari sekaligus juga memenuhi kebutuhan hidup kita lewat kerja, pendidikan, usaha, serta membangun relasi yang baik dengan sesama. Tuhan merindukan anak-anaknya untuk selalu mampu memberikan yang terbaik dengan penuh kesungguhan. Maka dari itu, kita diajak untuk memulai lagi setiap aktivitas kita dengan penuh kesungguhan untuk menyembah dan memuliakan nama-Nya.

Refleksi
Mari kita merenungkan: Apakah kita selalu mampu menjadi pengikut Kristus yang taat, patuh, dan menuruti setiap perintah-Nya? Dalam hal apa saja kita mampu menuruti perintah-Nya dan mempersembahkan secara sungguh-sungguh karya di tengah kehidupan kita? 

Tekadku
Tuhan, mampukanlah aku untuk melakukan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan sebagai caraku untuk menyembah dan memuliakan nama-Mu.

Tindakanku
Pada hari ini, aku akan memulai setiap aktivitasku dan berusaha lebih keras dalam semangat untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan dengan penuh kesungguhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«