suplemenGKI.com

Senin, 25 Mei 2015

24/05/2015

Yesaya 6:1-8

MAKNA KEHADIRAN ALLAH

 

PENGANTAR
Memahami Allah sangat berbeda dengan mengalami-Nya.  Yang pertama menekankan pengetahuan atau konsep tentang Allah.  Yang kedua mengalami secara nyata Allah sebagaimana yang dipahami atau (mungkin) berbeda.  Kebenaran kedua inilah  yang terjadi dalam kehidupan nabi Yesaya.  Lalu apa maknanya?

 

PEMAHAMAN
Ayat 1 :  apa yang nabi Yesaya lihat di ayat ini dan bagaimana Ia digambarkan?
Ayat 2 :  apa yang nabi Yesaya lihat di ayat ini tentang Serafim?
Ayat 3-8:  pengalaman dahsyat apa lagi yang terjadi?

Adakah anda mempunyai pengalaman yang kurang lebih sama?

Yesaya adalah pribadi yang peduli dengan keadaan bangsanya, Israel.  Bukan hanya soal fisik, tetapi lebih khusus lagi mengenai kehidupan rohani mereka sebagai bangsa.    Perkataan yang jelas dan tegas menunjukkan kesungguhan hati, sekaligus keinginan yang kuat Yesaya agar bangsanya bertobat dan berpaling kepada Allah.  Hati buat bangsanya semakin kuat ketika Yesaya diijinkan mengalami kehadiran Allah, senyata seperti yang ia pahami tentang diriNya.Pengalaman visual yang entah bagaimana menjelaskannya.  Namun pengalaman itu  memungkinkan Yesaya melihat (ay.1 “aku melihat”), mendengar (ay.3 “dan mereka berseru”), dan merasakan (ayat 7, “Ia menyentuhkannya kepada mulutku”) kehadiran Allah di tengah pergumulan Yesaya bagi bangsanya.  Pengalaman yang tidak mudah dipahami dan diterima, sehingga sang nabipun berkata, “celakalah aku!  Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir” (ay.5).  Meskipun demikian kehadiran Allah yang luar biasa itu bukan tanpa maksud.  KehadiranNya bagi Yesaya hendak menegaskan, “siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” (ay.8).

Apa yang Yesaya alami mengajarkan kepada kita minimal tiga hal.  Pertama, kehadiran Allah menegaskan bahwa Allah ada dan mulia adanya.  Kedua,kehadiranNya memperjelas ketidaklayakan manusia di hadapanNya.Ketiga, namun syukur bahwa kehadiran-Nya juga hendak menyatakan maksud atau pengutusan kepada orang yang dipilihNya.  Bagi Yesaya makna ketiga memberi legitimasi pemilihan dan pengutusannya sebagai nabi yang menyuarakan kebenaran Allah di tengah Israel.   Artinya,  melalui Yesaya kehadiran Allah dinyatakan supaya Israel tahu bahwa Allah tidak meninggalkan umatNya dan terus mengerjakan yang mendatangkan kebaikan.

Kehadiran Allah bagi kita tidak selalu sama seperti yang dialami pribadi Yesaya.  Allah punya banyak cara menyatakan diri dan rencana-Nya.  Tidak selalu terpaku pada cara tertentu.  Dia adalah Allah yang kreatif.  Yang penting dipahami adalah bahwa Dia selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, apapun pergumulan kita.  Dalam hadir-Nya yang terpahami atau tidak, Allah selalu menyatakan rencana baiknya bagi kita.   Jadi mari terus membangun pemahaman tentang Allah dan merindukan berpengalaman bersama Dia.

REFLEKSI
Allah punya banyak cara menyatakan diri dan rencana-Nya dalam hidup kita.  Dia selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan apapun pergumulan kita.  Mari berupaya memahami kehadiran-Nya dan mengalami-Nya dalam hidup sehari-hari.

TEKADKU
Tuhan tolong aku memiliki kepekaan memahami kehadiranmu agar aku memiliki pengalaman dengan-Mu.

TINDAKANKU
Pada malam hari nanti, setelah melewati hari ini aku akan merenung kembali pengalamanku bersama-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*