suplemenGKI.com

Senin, 25 Juni 2018

24/06/2018

MENGUBAH CARA PANDANG (1)

Ratapan 3:20-21

Pengantar
Kitab Ratapan ini ditulis di tengah keterpurukan penulis yaitu Yeremia dan bangsa Yehuda. Bagian ayat ini ditulis dalam bentuk puisi, dan puisi ini muncul sebagai respon terhadap pembuangan bangsa Yehuda ke Babel. Secara pribadi, situasi ini sangat berat bagi Yeremia (3:1-19). Bertahun-tahun ia memberitahukan kebenaran dan peringatan ilahi, tetapi tidak ada respon positif dari bangsa Yehuda. Mereka bahkan menentang dan menganiaya Yeremia. Pada akhirnya mereka benar-benar dihukum oleh Tuhan. Bagi bangsa Yehuda secara umum, situasi ini jelas begitu menekan. Orang-orang Yehuda yang masih tersisa di tanah perjanjian menghadapi kelaparan yang hebat. Entah berapa ribu orang yang sudah mati karena peperangan dan kelaparan. Mereka kehilangan kota Yerusalem, tanah perjanjian, dan bait Allah di dalamnya (1:1, 4, 6, 10). Apa yang mereka banggakan telah hilang. Musnah sudah keindahan, kemegahan, dan kekokohan bait Allah. Bagi bangsa Yehuda, kehilangan Yerusalem, tanah perjanjian dan bait Allah merupakan penderitaan yang tak terlukiskan. Sesuai dengan perkataan TUHAN, situasi ini akan berlangsung selama 70 tahun (Yer. 25:11; 29:10). Sesudah lewat masa 70 tahun pembuangan ke Babel, TUHAN baru akan memulihkan keadaan bangsa Yehuda.

Pemahaman

  • Ayat 20          : Apa yang dirasakan oleh Yeremia dan menjadi perhatian dalam hidupnya selama ini?
  • Ayat 21          : Perubahan apa yang terjadi dalam ayat ini yang bisa mengubahkan kehidupan Yeremia?

Sebagai bagian dari bangsa Yehuda, Yeremia memahami kepedihan yang dialami oleh bangsanya. Yeremia mungkin juga merasa semua pelayanannya tidak berhasil sama sekali. Setiap kali ia mengingat keadaan dirinya dan bangsanya, ia selalu diliputi oleh kesedihan yang mendalam. Masalahnya, ia tidak mampu mengalihkan pikirannya dari semua kemelut tersebut. Ia berkata, “Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan di dalam diriku.”

Ada satu perubahan terjadi di bagian ini yaitu perubahan cara pandang. Ayat 20-21 mengajarkan bahwa situasi yang sama dapat dilihat dari kacamata yang berbeda. Perbedaan cara pandang ini akan mempengaruhi kehidupan orang yang memandangnya. Di ayat 20 pikiran Yeremia terfokus pada masalah. Dia selalu mengingat keadaannya. Tidak heran, ia terbelenggu dengan kepedihan dan keputusasaan. Di ayat 21 Yeremia mengambil pilihan yang tepat. Ia memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan Allah, bukan persoalannya.  Ungkapan ini menyiratkan bahwa Yeremia telah mengisi hatinya dengan hal-hal yang lain. Sekarang ia memutuskan untuk mengisi hatinya dengan kebenaran Ilahi. Kebenaran ini sempat terlupakan, namun sekarang dikembalikan lagi ke hatinya. Pada saat perubahan cara pandang ini  terjadi, suasana hati Yeremia juga berubah. Ia tidak lagi tertekan (Ay. 20b), tetapi sekarang ia berani berharap.

Refleksi
Renungkanlah: Fokus kepada masalah dan pergumulan akan membuat kita semakin tertekan dan putus asa, tetapi Fokus kepada Tuhan akan memberikan pengharapan yang membawa sukacita

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya agar tidak terus-menerus memikirkan masalah dan pergumulan yang saya hadapi, ajar saya untuk selalu berserah dan berharap kepada-Mu

Tindakanku
Ketika saya mengalami masalah saya akan mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan yang pernah saya alami, agar saya bisa bersyukur dan tetap berharap kepada Tuhan yang pasti akan memberikan jalan keluar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«