suplemenGKI.com

Senin, 25 Juli 2016

24/07/2016

Ketika Kasih Allah Dilupakan

Hosea 11:1-7

 

Pengantar
Mungkin ada banyak di antara kita yang pernah melihat tayangan inspirasi dari Youtube yang menceritakan kisah seorang ayah yang dalam segala keterbatasannya berjuang membesarkan putrinya. Namun, sang putri justru merasa malu dengan keterbatasan ayahnya dan kemiskinan yang melanda keluarganya. Ia lupa bahwa kasih ayahnya jauh lebih besar dari segala kesenangan dalam hidupnya. Kisah kasih seorang ayah yang dilupakan oleh putrinya membuat kita mengingat bagaimana pula kasih Allah yang dilupakan oleh umat kesayangan-Nya. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-2, 7     : Dosa apakah yang dilakukan oleh bangsa Israel?
  • Ayat 3-4         : Apa respon bangsa Israel terhadap kasih Tuhan yang menarik mereka dengan kesetiaan?
  • Ayat 5-6         : Apa akibat yang diterima bangsa Israel ketika mereka betah membelakangi Tuhan?

Hosea 11:1-11 menceritakan kisah kasih Allah yang dilupakan dan diremehkan oleh umat Israel. Dalam ayat 1 Allah menyebut Israel sebagai “anak-Ku”. Hal ini ingin menunjukkan bahwa Israel telah dipilih, dikasihi, ditebus, dan dididik dengan kasih setia oleh Tuhan. Allah menyatakan diri dan karya-Nya kepada Israel ketika mereka harus berhadapan dengan Mesir. Bahkan dalam ayat 1 inilah Hosea  ingin menunjukkan relasi yang begitu erat antara Allah dengan umat-Nya ketika berada di padang gurun dalam perjalanan menuju tanah perjanjian.  Kita juga melihat janji setia Israel kepada Tuhan dalam Yosua 24. Mereka berjanji tidak akan meninggalkan Tuhan dan menjauhkan diri dari Baal. Akan tetapi apakah Israel menepati janjinya kepada kepada Tuhan untuk tetap setia? Israel yang sejatinya telah menerima berbagai belas kasihan Tuhan justru semakin pergi dari hadapan Tuhan ( v. 2). Mereka tegar tengkuk; tidak mengindahkan didikan Tuhan. Israel mempersembahkan korban kepada para Baal dan membakar korban kepada patung-patung. Mereka berbakti kepada Baal seolah-olah Baal yang menyelamatkan mereka dari penindasan Mesir. Israel lupa bahwa dalam segala kesesakannya, mereka berseru kepada Tuhan dan Tuhanlah yang mengangkat mereka.

Israel tidak mau bertobat. Maka kasih dan kesabaran Tuhan tak dapat dipermainkan lagi. Israel harus menerima hukuman atas setiap perbuatan mereka. Oleh karena mereka menolak untuk bertobat, mereka akan menjadi tawanan di negeri asing, kota mereka akan dihancurkan, bahkan benteng pertahanan akan dirobohkan. Melalui renungan hari ini kita belajar bahwa orang yang hidupnya meremehkan atau melupakan kasih setia Tuhan akan mengalami ketidaktenangan dan kekosongan dalam hidup.

Refleksi
Ambillah waktu sejenak. Pandanglah ke luar. Ingatlah perwujudan kasih yang Tuhan nyatakan dalam hidup Saudara. Renungkanlah: Hal apakah yang seringkali membuat Saudara melupakan kasih setia Tuhan? Apa yang Saudara rasakan dan alami ketika melupakan kasih setia Tuhan? Ingatlah, melupakan kasih Tuhan sama halnya dengan memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk mengalami kekosongan hidup.

Tekad
Tuhan, mampukan aku untuk terus mensyukuri kasih setia-Mu hingga aku tetap setia  beriman kepada-Mu.

Tindakan
Aku berjanji tidak akan pernah melupakan dan meremehkan kasih setia Tuhan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«