suplemenGKI.com

Senin, 25 Juli 2011

24/07/2011

Yesaya 55:1-5

Undangan Istimewa

Pernahkah Saudara diundang ke jamuan istimewa? Bagaimana kalau misalnya Saudara diundang ke pernikahan pangeran William – Kate di Inggris beberapa waktu lalu? Undangan semacam itu pastilah menyenangkan dan tidak akan kita lewatkan. Yesaya 55:1-5 memberikan gambaran bahwa bangsa Israel juga pernah menerima undangan yang istimewa semacam itu. Tentu kita dapat belajar banyak hal dari pengalaman menarik ini. Oleh sebab itu, mari kita renungkan dengan seksama

- Bagaimanakah gambaran Saudara terhadap keadaan bangsa Israel pada waktu itu? Apakah bangsa Israel pantas menerima undangan Allah? Mengapa? Bila Saudara berada dalam posisi bangsa Israel, apakah yang Saudara butuhkan?

- Dapatkah Saudara melihat kesejahteraan yang tergambar dalam undangan Allah itu? Hal-hal apa saja yang menggambarkan kesejahteraan itu? 

Renungan

Yesaya 55 ini dimulai dengan sebuah kata seruan, “Ayo”. Seruan ini adalah sebuah undangan atau ajakan dari Allah kepada bangsa Israel yang pada waktu itu sedang berada dalam pembuangan. Kalau kita memperhatikan dengan seksama, maka kita akan melihat bahwa undangan ini adalah sebuah undangan yang istimewa. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa undangan ini disebut sebagai undangan yang istimewa. Pertama, undangan ini ditujukan kepada orang yang tidak layak untuk diundang. Keadaan bangsa Israel pada waktu itu adalah dalam pembuangan. Penyebab dari pembuangan itu adalah keberdosaan bangsa Israel. Ya, karena keberdosaan itulah bangsa Israel menerima penghukuman dalam bentuk pembuangan. Dengan demikian sebenarnya Allah sedang mengundang orang yang sedang dihukum-Nya. Di sini kita dapat melihat bahwa di balik undangan Allah ini terdapat pengampunan.

Kedua, ini adalah undangan untuk menikmati jamuan istimewa. Bangsa Israel yang sebenarnya tidak layak untuk diundang itu diajak untuk menikmati jamuan yang istimewa, bukan yang ala kadarnya. Sebagai orang buangan, tentulah tingkat kesejahteraan bangsa Israel tidak terlalu baik. Dan kini, mereka diundang untuk menikmati kehidupan yang lebih dari sekadar sejahtera. Mereka bukan sekadar diundang untuk menikmati kesejukan air, tetapi juga menikmati anggur – yang seringkali dipakai sebagai lambang pesta dan kesukacitaan – serta susu, yang sering dipakai untuk menggambarkan kemakmuran.

Ketiga, ini adalah undangan cuma-cuma. Sajian lezat yang telah disediakan Allah itu dapat dinikmati secara cuma-cuma. Hal ini menggambarkan bahwa hidup berkelimpahan yang telah Allah sediakan itu merupakan anugerah. Bangsa Israel tidak akan sanggup untuk membeli kemakmuran itu, karena kondisi mereka yang tidak memiliki uang untuk membayar.

Undangan yang sama sebenarnya juga berlaku bagi kita. Allah meminta kita untuk mencondongkan telinga kita kepada Allah, agar dapat mendengar undangan-Nya itu. Kita perlu datang dengan segala ketidaklayakan kita untuk menerima pengampunan-Nya, sehingga kita dapat menikmati jamuan-Nya, kehidupan yang sejahtera. Itulah undangan anugerah Allah bagi umat-Nya. 

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«