suplemenGKI.com

Keluaran 3:1-6

 

Allah Memperkenalkan Diri-Nya Kepada Musa

Pengantar:
Ada dua macam perkenalan, pertama: perkenalan biasa, hanya sekedar memberitahukan identitas singkat. Misalnya memperkenalkan nama, alamat dan status. Perkenalan semacam ini tidak bertujuan lebih dalam selain agar orang tahu identitasnya saja. Kedua: perkenalan yang disertai dengan tujuan yang lebih jauh. Misalnya, perkenalan dengan menunjukan jati diri atau Kapabilitas diri yang lebih dalam yang akan dilanjutkan dengan suatu ikatan perjanjian kerjasama, kontrak kerja dan lain-lain. Bacaan hari ini adalah suatu perkenalan Tuhan dengan Musa yang akan berlanjut dengan pemanggilan Tuhan kepada Musa.

Pemahaman:

  1. Apakah pekerjaan Musa ketika ia berjumpa dengan Tuhan? Bagaimanakah bentuk perjumpaan Tuhan dengan Musa? (v. 1-4)
  2. Bagaimana reaksi Musa ketika Tuhan menunjukan diri-Nya? dan siapakah Tuhan yang sedang berkenalan dengan Musa? (5-6)

Ketika Allah memperkenalkan diri kepada Musa, ia sedang menggembalakan kambing domba Yitro mertuanya, yang tidak lain adalah imam di Midian. Setting lokasi perkenalan Tuhan dengan Musa terjadi bukan di sebuah acara ritual ibadah, bukan juga di suatu acara resmi yang sifatnya formal dengan suatu perencanaan khusus, tetapi di sebuah gunung Horeb nama lain dari gunung Sinai. Tempat itu mungkin bukan tempat yang biasa bagi Musa untuk menggembalakan kambing dombanya, sehingga dikatakan “sekali”

Hal yang tidak biasa bagi Musa adalah suatu pemandangan di mana dari semak duri keluar nyala api namun tidak terbakar. Itu mengundang perhatian khusus dan kekaguman bagi Musa, sehingga ia berniat untuk meneliti dengan lebih seksama (v. 3) Di saat Musa mengamati dengan seksama, Tuhan berseru kepadanya “Musa, Musa!” Jawaban Musa terhadap seruan Tuhan adalah “Ya Allah” Itu menunjukan bahwa Musa memiliki relasi yang baik dan dekat dengan Tuhan, sehingga ketika dia mendengar seruan Tuhan ia menjawab dengan langsung mengarah kepada Allah. Dan ia kemudian tahu bahwa ternyata api dalam semak itu adalah bentuk kehadiran Allah yang kudus telah hadir di tempat itu. Kemudian Allah menyatakan diri-Nya secara lebih konkrit lagi dengan menyebutkan diri-Nya adalah Allah nenek moyang Musa yang berkenan memperkenalkan diri kepadanya (v. 5-6) Reaksi Musa dengan menutup mukanya adalah hendak menyatakan “Siapakah dirinya, sehingga Allah yg kudus berkenan memperkenalkan, menampakan diri-Nya dan memanggil Musa?”

 

Refleksi:
Saudara pernahkah merenungkan, siapakah diri kita sehingga Allah berkenan melawat dan memperkenalkan diri-Nya kepada kita, bahkan memanggil kita menjadi umat pilihan-Nya?


Tekad:

Tuhan, puji dan syukur bagi-Mu, dalam kehinaanku ini Engkau berkenan memperkenalkan diri-Mu padaku, bahkan memanggilku menjadi milik-Mu, terima kasih ya Tuhan.


Tindakan:

Aku tidak akan menyia-nyiakan panggilan Allah bagiku, dengan terus setia mengikuti dan melayani Tuhan dalam sepanjang hidupku sebagai ungkapan syukur pada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*