suplemenGKI.com

Bilangan 11:1-10

Meresponi Situasi Kehidupan

 

Setiap orang pasti pernah mengalami masa sukar dan masa terlepas dari kesukaran.  Kedua situasi itu bukanlah pilihan tetapi pasti terjadi.  Di masa sukar ada orang yang putus asa tetapi tidak sedikit yang bertambah giat, terpacu untuk mengatasi atau untuk maju.  Begitu juga di masa terlepas dari kesukaran (= meraih keberhasilan, sukses, menerima berkat sesuai harapan) ada yang bisa mawas diri tetapi tidak sedikit pula yang tidak bisa mengelola dengan baik (takabur, sombong, cenderung memuaskan diri sendiri atau tetap bersungut-sungut karena terus menerus merasa kurang, tidak pernah merasa puas).  Pertanyaannya adalah bagaimana sikap kita sebagai orang percaya dalam meresponi setiap situasi kehidupan?

Pertanyaan Penuntun:

    1. Bagaimana sikap bangsa Israel meresponi masa sukar dalam hidup mereka? (ay.1-3).
    2. Bagaimana pula sikap mereka dalam meresponi masa-masa terlepas dari kesukaran (berhasil, menerima berkat Tuhan? (ay.4-6)
    3. Lalu bagaimana tanggapan Tuhan? (ay.1,10)
    4. Bagaimana dengan kita?  Bagaimana bersikap dalam situasi kehidupan ini?

RENUNGAN

Bagaimana sikap bangsa Israel dalam meresponi situasi kehidupan?  Ulangan 11:1 menyebutkan bahwa “Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka,…”.  Sikap ‘bersungut-sunggut’ itulah yang sering mewarnai kehidupan bangsa Israel dalam meresponi masa sukar yang Tuhan ijinkan.  Bangsa Israel seringkali lupa kebaikan (berkat, pertolongan) yang Tuhan berikan.  Sebelum mencoba menghadapi situasi sukar bangsa Israel sudah terlebih dulu bersungut-sungut.  Atau, mereka tidak segera berdoa mencari Tuhan, memohon bimbingan, petunjuk, dan pimpinan-Nya dalam mengatasi segala kesulitan.  Mereka bersungut-sungut.  Sungut-sungut adalah satu bentuk pemberontakan kepada Allah, karena merupakan bentuk ekspresi menyalahkan dan menuduh Allah sebagai penyebab dari semua “nasib buruk” (ay.1-2) dan menuntut pertanggungjawaban Allah.  Yang paling buruk, sikap ini juga menandakan ketidakpercayaan dan ketidaktaatan kepada Allah. 

Lalu bagaimana sikap mereka ketika terlepas dari kesukaran atau penuh dengan berkat Tuhan? Ayat 4-6 “…mereka kemasukan nafsu rakus; …Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.  Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat“.  Kita melihat bangsa Israel tidak dapat meresponi berkat Tuhan secara tepat.  Mereka ‘rakus’, menikmati berkat untuk memuaskan diri; tetapi ada juga yang masih tetap bersungut-sungut, merasa kurang, tidak puas dengan apa yang Tuhan berikan.  Ay.1 menyebutkan ketika bangsa Israel bersungut-sungut maka Tuhan murka.  Dan ay.10 ketika bangsa itu bersikap tidak tepat terhadap berkat yang Dia berikan, maka Tuhan juga murka.  Tuhan tidak berkenan terhadap sikap mereka dalam meresponi situasi kehidupan dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. 

Bagiamana dengan kita?  Bagaimana kita bersikap di masa sukar?  Dan bagaimana pula sikap kita di masa terlepas dari kesukaran atau saat mengalami berkat Tuhan?  Hati-hati dengan sikap seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel itu sebab Tuhan tidak berkenan.  Dia meminta pertanggungjawaban dari setiap pribadi!  Mari bersikap tepat meresponi setiap situasi kehidupan yang terjadi.  Percayalah Tuhan menolong!

 
Memberi respon tepat terhadap situasi kehidupan dapat membawa kita merasakan berkat yang berlipat

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*