suplemenGKI.com

DENGARLAH PENGAJARAN TUHAN

Yesaya 1 : 10 – 18  

 

Pengantar
Antara kenyataan hidup dan peragaan hidup sering dapat terlihat berbeda. Itu sama halnya dengan orang yang hidup dalam banyak pengetahuan baik tapi dapat berlaku jahat dalam tindakannya. Hal ini dapat terjadi karena ada kepentingan tertentu yang membutuhkan sekedar pencitraan, tapi juga bisa karena tidak memahami kehidupan secara utuh, sehingga tidak melakukan apa yang seharusnya (baik dan benar)secara konsisten. Dalam bahasa agama dikatakan tidak melakukan ibadah sejati atau ibadah yang murni, manakala praktik keagamaan dan kenyataan hidup seseorang tidak bersesuaian. Dalam pembacaan Alkitab hari ini kita diajak untuk melihat sesuatu hal yang penting untuk dapat memahami hidup secara utuh dan konsisten yaitu dengan selalu mau mendengar ajaran TUHAN sebagaimana yang dinyatakan dalam Yesaya 1 : 10 – 18.

Pemahaman

Ayat  10 – 11       :  Mengapa Yesaya berseru kepada para pemimpin umat untuk memperhatikan pengajaran ALLAH?

Ayat  12 – 15       :  Apa akibatnya jika pengajaran ALLAH tersebut tidak diperhatikan oleh umat-NYA?

Ayat  16 – 18       :  Apa yang seharusnya dilakukan umat TUHAN dan bagaimana dampaknya?

Yesaya berseru kepada para pemimpin umat untuk memperhatikan pengajaran ALLAH adalah dalam rangka mengajak bangsa Israel terutama para pemimpin umat untuk berbalik dari kehidupan yang tidak berkenan kepada TUHAN, di mana terjadi praktik ketidakadilan dan ketidakpedulian kepada mereka yang lemah. Israel diingatkan untuk bertobat dari hidup yang jahat. Di tengah kesalahan yang mereka perbuat, mereka memamerkan kesalehan dalam pertemuan ibadah dan perayaan keagamaan.

Praktik ketidakadilan dan ketidakpedulian kepada sesama sebagai perbuatan salah umat, tidak dapat terhapus oleh peragaan saleh yang mereka perlihatkan dalam ritual keagamaan. TUHAN tidak berkenan kepada ketidakmurnian hidup umat-NYA. TUHAN tidak mengarahkan pandangan kepada umat-NYA yang berdoa dan tidak pula mendengar doa mereka. Itu semua karena umat hidup dalam dosa. Dosa menjadi halangan relasi TUHAN dengan umat-NYA dalam doa. Ini adalah pengajaran TUHAN yang penting untuk diperhatikan umat-NYA.

Maka umat dinasehati (diajar) untuk membersihkan diri dari dosa, menjauh serta berhenti dari perbuatan jahat. Umat diajak untuk belajar berbuat kebaikan, mengusahakan keadilan, dan mewujudkan kepedulian bagi mereka yang lemah. Dalam praktik kehidupan yang berkenan kepada TUHAN, yang adalah ibadah yang murni, maka TUHAN menyatakan anugerah pengampunan dosa sebagaimana dinyatakan dalam ayat 18: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah praktik hidup keagamaan (ritual ibadah) kita berbeda dengan praktik hidup keseharian kita?
  • Apakah kita lebih sering pamer kesalehan di tengah kesalahan kita?
  • Apakah kita berdoa tetapi tidak meninggalkan dosa?

Tekad
TUHAN, buatlah aku sadar akan praktik kehidupanku yang salah dan jahat, serta berbalik dari dosa dan segala pelanggaran akan ajaran-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya berusaha lebih berlaku adil dan peduli kepada sesama yang lemah dan terpinggirkan dengan melakukan sesuatu hal bagi mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«