suplemenGKI.com

Yesaya 64:1 – 9

 

Menyongsong Perubahan dengan Sikap Hidup yang Tepat

 

Pengantar
Wajah Presiden Jokowi terpampang satu halaman penuh pada sampul depan majalah Time edisi akhir Oktober 2014 dengan tulisan “A New Hope” (Sebuah Harapan Baru). Rakyat Indonesia memang sedang menyongsong pemerintahan baru dengan penuh harapan akan terjadinya sebuah perubahan. Bangsa Israel pada masa nabi Yesaya juga sedang menanti munculnya harapan baru. Yang mereka nanti-nantikan bukan manusia, melainkan adalah Tuhan sendiri, yang secara pribadi mereka harapkan akan campur tangan menghapus segala penderitaan  mereka. Menanti penuh harap tentu wajar-wajar saja, bahkan ketika seseorang mengharapkan tindakan keilahian Tuhan yang spektakuler. Namun Yesaya mengingatkan kita, bagaimana sikap hidup kita dalam masa penantian justru sangat penting. Itulah bagian kita.

 

Pemahaman
Yesaya berharap kedahsyatan Tuhan terjadi bukan semata-mata untuk kepentingan diri atau bangsanya, namun terutama agar nama Tuhan dikenal sehingga bangsa-bangsa gemetar (ayat 2). Memang Tuhan akan bertindak bagi orang-orang yang menanti-nantikan  Dia (ayat 4). Tetapi harus diakui, bahwa orang yang menanti-nanti Tuhan tidak luput dari dosa (ayat 5-7). Bahkan karena sikap hidup umat Tuhan yang salah, nama Tuhan tidak dipermuliakan. Yesaya kemudian mengingatkan bahwa bangsa Israel (termasuk kita) punya  relasi dengan Bapa (ayat 8). Keyakinan bahwa kita buatan tanganNya, umat kepunyaanNya, dan anakNya akan memberi keyakinan bagi kita untuk selalu datang kepadaNya untuk menerima pengampunan dosa dan pemulihan (ayat 9).

 

Refleksi
Apa sikap hidupku selama masa penantian atas pertolongan Tuhan? Apakah aku hanya mau menantikan mujizat pertolongan Tuhan atau sebuah harapan baru tanpa terlebih dahulu memulihkan relasiku dengan Allah Bapa?

 

Tekad
Ketika aku menghadapi berbagai pergumulan hidup dan menanti-nantikan pertolonganNya yang ajaib, aku mau mengerjakan bagianku, yakni membangun sikap hidup yang benar di hadapanNya sebagai seorang anak Bapa yang memuliakan namaNya.

 

Tindakan
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita tidak boleh hanya duduk berpangku tangan menantikan terwujudnya sebuah harapan baru dari pemerintahan baru, melainkan kita harus aktif mengambil bagian dengan menjadi teladan dalam sikap dan tindakan yang dilandasi dengan kewaspadaan terhadap berbagai pengaruh dunia dan dengan kemurnian hati untuk mengabdi dan melayani.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*