suplemenGKI.com

Senin, 24 Maret 2014

23/03/2014

1 Samuel 16:1-13

 

Melihat dan Berpikir dengan Terang Tuhan

 

Pengantar
Agar dapat melihat dengan baik manusia membutuhkan cahaya atau terang. Namun walau  melihat sebuah obyek yang persis sama, pada kenyataannya apa yang dilihat dan kemudian dipikirkan oleh seseorang bisa berbeda dengan apa yang dilihat dan dipikirkan orang lain, bergantung pada “terang” yang dipakai orang tersebut dalam pikirannya untuk “melihat”. Ini mengingatkan kita pada kisah dua belas orang pemimpin yang ditugaskan Musa untuk mengintai Tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel (Bilangan 13:1-3). Walau melihat negeri yang sama, laporan mereka berbeda. Sebagian besar dari para pengintai “melihat” raksasa yang tak akan mampu mereka kalahkan (Bilangan 13:32-33), namun dua orang di antara mereka, yaitu Kaleb dan Yosua, mengatakan hal yang berbeda (Bilangan 14:6-9). Sepuluh pengintai pertama “melihat” dengan cara pandang dunia sedangkan dua yang lain “melihat” negeri itu dengan pertolongan Terang Tuhan. Betapa dalam hidup keseharian kitapun lebih sering mengandalkan penglihatan dan pemikiran manusia dan bukan pada apa yang Tuhan lihat dan pikirkan sebagaimana dikisahkan dalam 1 Samuel 16:1-13.

Pemahaman
Ayat 1-2               :  Mengapa Samuel berduka cita karena Saul dan kemudian
                                    juga takut padanya?
Ayat 6-7               :  Apa yang telah dilihat oleh Samuel dan apa yang dilihat
                                    oleh Allah dalam diri Eliab?
Ayat 8-10             :  Apa yang dikatakan Tuhan melalui Samuel seusai Isai
                                     menyuruh ketujuh anaknya berjalan di depan Samuel?Ayat 11-13           :  Siapakah yang akhirnya dipilih Tuhan di antara semua
                                     anak Isai?

Dalam I Samuel 15:11 dicatat, bahwa Allah menyesal telah menjadikan Saul raja karena ia telah berbalik daripadaNya dan tidak melaksanakan FirmanNya.  Saul sedih karena Tuhan telah menyesal mengangkat Saul sebagai raja Israel (I Samuel 15:35BIS). Selain sedih, pikiran Samuel juga diliputi ketakutan dan kekhawatiran akan dibunuh Saul (ayat 2) jika Saul tahu Samuel melaksanakan perintah Tuhan untuk mengurapi raja yang baru.

Dalam rangka mencari pengganti Saul, kita belajar bahwa, manusia melihat paras atau apa yang tampak dari luar sedangkan Tuhan melihat hati. Siapa yang menyangka kalau akhirnya Tuhan justru melihat si bungsu yang masih sangat belia dan tak diperhitungkan orang, bahkan oleh ayahnya sendiri, Terhadap Daud, rupanya Tuhan telah “melihat” kualitas Daud yang disebutNya sebagai orang yang berkenan di hatiNya dan melakukan kehendakNya. Bahkan melalui Daud, Allah telah membangkitkan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus (Kisah Para Rasul 13:22-23).

Refleksi
Apakah selama ini aku cenderung mengandalkan kemampuanku sendiri sebagai manusia untuk melihat dan menilai segala sesuatu? Atau apakah aku sudah mengandalkan kemampuan “melihat” dengan pertolongan terang Tuhan?

Tekad
Jika selama ini aku lebih banyak mengandalkan cara pandang manusia, maka mulai sekarang aku mau belajar untuk lebih mengandalkan cara Tuhan melihat segala sesuatu.

Tindakan
Aku belajar untuk berpikir dan bertindak berdasarkan apa yang aku “lihat” dengan cara pandang Tuhan.

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«