suplemenGKI.com

TUJUAN PANGGILAN

Mazmur 148:1-14

 

PENGANTAR
Setiap botol minuman mineral mempunyai bentuk yang beragam.  Dari yang bentuknya cenderung lurus  dengan lekukan minimalis, sampai botol dengan bentuk tambun banyak lekukan.  Apapun bentuk botolnya, yang pasti semua dirancang dengan satu tujuan tertentu. Demikian juga dengan kehidupan manusia.  Setiap kita diciptakan dengan tujuan tertentu.  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-5: Apa yang menjadi isi dari ajakan pemazmur dalam perikop ini?
  • Ayat 13-15: Apa yang menjadi tujuan dibalik ajakan pemazmur?
  • Ayat 13: Apa yang pemazmur pahami tentang Allah dan karya ciptaanNya?
  • Apakah anda masih memuji Nama-Nya dengan kesungguhan hati hingga merasakan kehadiran-Nya?

Dalam Mazmur 148, semua ciptaan dipanggil untuk memuji TUHAN.  Mazmur ini kemungkinan ditulis pada masa setelah pembuangan.  Panggilan untuk memuji TUHAN adalah merupakan respons atas pembebasan yang dilakukan oleh TUHAN dari sejarah perjalanan umat-Nya (Mesir-Babel) dan panggilan untuk membangun kembali Bait Allah pada masa Nabi Hagai dan Zakaria.  Dasar pujian ini adalah untuk bersyukur, merayakan kuasa Allah atas ciptaan-Nya dan membangun motivasi umat pada waktu itu untuk memuji dan mengagungkan Allah secara benar.  Dalam pandangan pemazmur, seluruh penghuni alam semesta harus bergabung dalam sebuah orkestra indah untuk menaikkan puji-pujian kepada TUHAN.

Siapa saja yang termasuk di dalamnya? Laut dan segala isinya, serta berbagai fenomena alam lainnya (ayat 1-6).  Tidak ketinggalan, segala sesuatu yang berdiam di bumi dan di bawah bumi pun harus ikut memuji TUHAN (ayat 7-12).  Termasuk ular naga dan seisi samudra raya pun didorong untuk memuji TUHAN (ayat 7). Ajakan agar seisi langit dan laut memuji TUHAN menegaskan DIA adalah pemilik kekuasaan tertinggi atas semua itu.  Ini adalah kebenaran yang tidak bisa disanggah.  Maka, pemazmur mengajak semua kalangan memuji TUHAN (ayat 11-13), karena Dia agung dan mulia (ayat 13-14).  Manusia terhisap juga di dalam panggilan yang sama, yaitu memuji dan membesarkan nama TUHAN.  Alasannya, “sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.  Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya” (ayat 6).

Bagaimana dengan kita hari ini?  Tidakkah pemazmur mengajak kita melihat alam semesta sebagai alat TUHAN untuk menyatakan pemeliharaan-Nya?  Tentunya yang dimaksud bukan sebatas menyatakan syukur melalui nyanyian atau memberikan persembahan;  tetapi juga sikap hidup yang berkenan kepada-Nya.  Mengerjakan hal-hal yang menyenangkan hati TUHAN dan memberkati kehidupan sesama.  Mari kita senantiasa mewujudkan syukur melalui kebenaran yang kita lakukan setiap hari. 

REFLEKSI
Renunglanlah: Tujuan panggilan hidup kita adalah untuk memuliakan nama-NYA, melalui pujian dan tindakan.  Sudahkah kita mewujudkan panggilan tersebut dalam kehidupan setiap hari?

TEKADKU
TUHAN terimakasih sebab Engkau telah menciptakan aku sebagaimana aku ada hari ini.  Ajar aku memuji Nama-Mu dengan kesungguhan hati, bukan sekadar bersuara.

TINDAKANKU
Pada saat ibadah aku mau memuji Tuhan dengan kesungguhan hati hingga merasakan kebesaran-Mu, bukan hanya sekadar bersuara. Sebab itulah tujuan panggilan Tuhan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*