suplemenGKI.com

1 Samuel 7:3-13

 

“EBEN-HAEZER: SAMPAI DI SINI TUHAN MENOLONG KITA”

Pengantar:
            “Penyakit radang paru-paru membuat saya semakin lama semakin tidak berdaya. Berbagai upaya telah saya lakukan, siang malam berdoa memohon belas kasihan Tuhan, namun semuanya terasa sia-sia. Apa lagi yang harus saya lakukan? Apa yang saya miliki telah habis terjual untuk biaya pengobatan. Sekarang semuanya sudah habis, saya hanya pasrah kepada Tuhan menunggu apa yang dikehendaki-Nya sebab saya adalah milik Tuhan”. Itulah cuplikan keluhan dari seorang bapak yang sedang mengalami sakit radang paru-paru akut. Yang menarik adalah “saya hanya pasrah kepada Tuhan menunggu apa yang dikehendaki-Nya”. Sebuah pernyataan iman yang luar biasa kepada Tuhan Allahnya.

Pemahaman:

  1. Apa yang menyebabkan bangsa Israel mudah ditaklukan oleh orang Filistin? (v. 2-3)
  2. Apa nasihat Samuel agar Tuhan menolong bangsa Israel dari orang Filistin? (v. 4-13)

Karakteristik bangsa Israel yang cukup menonjol adalah ketika mereka dalam kondisi diberkati dan tidak dalam tekanan bangsa lain, mereka mudah meninggalkan Allah yang telah melepaskan mereka dari perbudakan Mesir dan memberikan tanah perjanjian kepada mereka, dengan menyembah ilah-ilah lain yaitu Asytoret maupun para Baal (lih. v. 3). Karakteristik yang demikian menunjukan betapa dangkal dan rapuhnya pengenalan dan iman mereka kepada Allah. Akibatnya bangsa Israel ditaklukan oleh bangsa Filistin. Bukan hanya orang Israel yang ditaklukan oleh bangsa Filistin, tabut Tuhan yang merupakan lambang kehadiran Allah bagi mereka pun dirampas oleh musuh (1Sam 5:1-2). Hal itu menunjukan betapa bangsa Israel tidak menghargai hadirat Allah dan lebih mencondongkan diri pada ilah-ilah asing.

Samuel mengingatkan umat Israel agar menjauhkan ilah-ilah asing dan berbalik kepada Allah dengan segenap hati. Samuel mengumpulkan segenap orang Israel di Mizpa dan berdoa kepada Tuhan, dan umat Israel pun meresponi dengan pernyataan “Kami telah berdosa kepada Tuhan,…Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada Tuhan, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu”, lalu Samuel mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan, maka Tuhan bertindak dengan dahsyat sehingga orang Filistin terpukul kalah oleh Israel. Samuel mengambil batu, mendirikannya di antara Mizpa dan Yesana, ia menamainya “Eben Haezer” katanya: Sampai di sini Tuhan menolong kita. Ketika kita setia mengikut Tuhan, Ia pasti tidak akan meninggalkan kita.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah ketika hidup kita dalam keadaan baik, kita masih tetap setia kepada Tuhan, atau malah menjauh dari Tuhan? Dan bagaimana jika keadaan kita tidak baik apakah juga tetap setia kepada Tuhan? Apapun keadaan kita, jangan tinggalkan Tuhan.

Tekadku:
Ya Tuhan, terkadang ketika keadaan hidup menyenangkan, kami cenderung melupakan dan menjauh dari Engkau. Ampuni dan ajarlah kami agar tetap setia kepada-Mu ya Tuhan.

Tindakanku:
Saya mau belajar untuk lebih setia kepada Tuhan dengan mengenal serta beriman kepada Tuhan lebih dalam lagi, karena hanya Tuhan saja yang dapat menolong hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«