suplemenGKI.com

Bacaan : Kidung Agung 2 : 8 – 17.

“MEMELIHARA CINTA SEJATI”

PENGANTAR
Kitab Kidung Agung merupakan karya sastra akbar yang penuh dengan kiasan sensual yang sopan, terutama diambil dari alam. Aneka metafora dan bahasa deskritif melukiskan perasaan, kuasa dan keindahan dari kasih cinta pernikahan yang romantis yang dipandang murni dan suci pada zaman Alkitab. Penggambaran-penggambaran tentang mempelai perempuan dan laki-laki seringkali digambarkan sebagai hubungan antara Kristus dengan jemaatNya, yang berlangsung secara harmonis.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana mempelai perempuan menyebut mempelai laki-laki ?  dengan apa ia menggambarkan ? ( ayat 8-9)
  2. Apa yang menjadi kerinduan dari mempelai perempuan  dan mempelai laki-laki ?  gambaran tentang musim-musim,  hendak menjelaskan apa ? ( ayat 10-14).
  3. Siapa yangdisebut dengan rubah-rubah ? mengapa harus ditangkap ? ( ayat 15 )
  4. Apakah makna dari perkataan “kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia” ? (ayat 16).

Hubungan cinta kasih mempelai perempuan dan lelaki yang begitu hangat disajikan secara puitis dalam bacaan kita hari ini. Mempelai perempuan menggunakan sapaan yang sangat mesra yaitu “kekasihku” yang bisa diterjemahkan secara lebih popular  “sayangku” atau “honey”, untuk mempelai laki-laki yang dirindukannya. Bahkan mempelai perempuan yang menggambarkan mempelai laki-laki seperti kijang atau rusa hendak menjelaskan kekaguman akan rasa cinta kepada mempelai laki-laki. Kerinduan kedua mempelai untuk bertemu digerakkan oleh  apa yang disebut sebagai “cinta”. Itulah jiwa yang menguasai dan mempengaruhi pertemuan mempelai berdua dan bukan yang lain. Semua gambaran yang menyenangkan, seperti “ musim dingin telah lewat”,  “hujan telah lewat dan berlalu”,  “tibalah musim pemangkas”, “merpatiku” dls, hendak menunjukkan waktu yang indah bagi sepasang kekasih menjalin kehangatan cinta. Namun dalam hubungan kemesraan tersebut tergganggu oleh “rubah-rubah”.  Oleh sebab itu mempelai perempuan  meminta untuk menangkap rubah-rubah pengganggu  yang mengusik kemesraan mempelai yang cintanya sedang bersemi. Bagi mempelai perempuan dan laki-laki yang paling utama adalah menjaga cinta mereka sehingga mereka memiliki semboyan, “kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia”. Cinta kedua orang kekasih itu satu sama lain adalah sejati dan bersifat monogamy. Tidak ada kerinduan dan tempat bagi orang lain.

Di dalam pernikahan Kristen harus ada cinta kasih dan komitmen sedemikian rupa satu sama lain sehingga kesetiaan kepada pasangan menjadi yang terpenting didalam kehidupan kita. Cinta dan kemesraan harus tetap terjaga dan dirindukan bagi setiap pasangan. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI
Sudah berapa lama saudara menikah ? apakah saudara tetap mengagumi pasangan saudara ? apakah saudara tetap berkomitmen untuk menjaga dan memelihara cinta yang sejati ?

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya agar memiliki komitmen untuk tetap mencintai pasangan saya dengan segenap hati dan jiwa.

TINDAKANKU
Saya berkomitmen untuk menjaga cinta yang sejati hanya untuk pasangan hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«