suplemenGKI.com

Amos 6:1-2.

 

“Jangan Terlena”

Pengantar:
            Keadaan yang ideal tentu menjadi dambaan setiap orang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Ideal artinya: sangat sesuai dengan apa yang dicita-citakan, diangan-angankan atau dikehendaki. Keadaan ideal secara sederhana dapat dipahami sebagai keadaan yang baik, aman, damai, tenteram, tanpa ada masalah, kebutuhan tercukupi, kondisi pisik sehat dan semua berjalan dengan baik. Pertanyaannya, apakah ketika seseorang berada dalam keadaan demikian, maka ia tidak perlu untuk waspada? Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bagaimana seharusnya sikap kita ketika keadaan kita terasa ideal.

Pemahanan:

  1. Apakah maksud pernyataan penulis “Celaka atas orang-orang yang merasa aman…” (6:1)
  2. Apa tujuan dari pernyataan penulis di ayat 2-3!

Amos berasal dari Tekoa, di bagian kerajaan Israel Selatan yang beribu kota di Yerusalem (Amos 1:1) Amos diutus oleh Allah untuk menyampaikan firman Tuhan kepada umat Tuhan yang ada di Samaria, namun ia juga terkadang menyampaikan firman Tuhan ke daerah Yerusalem. Yerusalem adalah ibu kota Israel Selatan yang juga merupakan pusat peribadatan umat Israel, di sana terdapat Bait Allah itu sebabnya Yerusalem juga disebut sebagai kota Sion atau kota Allah (The City of God) Sedangkan Samaria adalah ibu kota Israel Utara, secara geografis kota Samaria terletak di posisi yang cukup tinggi di daerah perbukitan. Pada zaman kuno kota Samaria dipagari dengan tembok keliling yang cukup tinggi demi keamanan. Dengan status dan keadaan yang dimiliki oleh ke dua kota itu, maka timbul kesombongan yang luar biasa. Yerusalem, karena merupakan pusat beribadatan maka menganggap diri lebih baik dari yang lain, Samaria, karena merupakan kota yang dikelilingi tembok yang kuat maka merasa aman yang berujung pada sikap tidak mau waspada. Atas kesombongan itulah Allah berfirman bagi Yerusalem seperti yang tertulis di ayat 8 “Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub…” Sedang untuk Samaria Allah berfirman seperti tertulis dalam ayat 14 “Sebab sesungguhnya, Aku akan…” Keadaan ideal jika kemudian menjadi alasan menyombongkan diri adalah hal yang dibenci oleh Tuhan. Ayat 2-3 disebutkan tiga kota: Kalne, Hamat dan Gat yang kemegahannya jauh lebih hebat dari Yerusalem maupun Samaria, tetapi toh dapat dihancurkan oleh tentara Asyur (Band. Yes 10:9-10)

Refleksi:
Renungkan sejenak. Mungkin kita saat ini berada dalam posisi hidup yang ideal, di mana semuanya berjalan dengan baik. Namun janganlah kita menjadi sombong sehingga merasa tidak membutuhkan Tuhan lagi. Ingat apapun keadaan kita semuanya adalah kasih Tuhan, maka marilah mensyukurinya dan tetap merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Tekadku:
Tuhan Yesus, tolonglah saya agar tetap rendah hati dan tidak sombong ketika keadaan saya lebih baik sampai hari ini.

Tindakkanku:
Saya akan belajar mensyukuri setiap keadaan saya, baik ketika ideal atau tidak ideal. Saya tidak mau terlena karena semuanya itu, melainkan semakin bergantung kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*