suplemenGKI.com

Senin, 23 Mei 2016

22/05/2016

1 Raja-raja 8:22-30

RUMAH ALLAH, RUMAH DOA

 

PENGANTAR
Bacaan pertama leksionari Minggu depan (29 Mei 2016) merupakan bagian dari Doa Salomo yang dipanjatkannya pada waktu pentahbisan Bait Allah (1 Raj. 8:22-53). Kita akan mempelajari sebagian dari doa tersebut dan membaginya menjadi tiga bagian.  Dalam bagian pertama hari ini, kita akan melihat doa Salomo yang merindukan agar Bait Allah yang telah selesai dibangun itu menjadi rumah doa.

PEMAHAMAN
Ay. 22-24   Bagaimana sikap Salomo ketika berdoa? (ay. 22; lihat juga 2 Taw. 6:12-13). Hal apa sajakah yang diungkapkan Salomo ketika ia mengawali doanya? Apa yang Anda pelajari dari sikap Salomo ketika ia memulai doanya?

Ay. 25-30   Di bagian ini, apa yang Salomo minta dari Tuhan? Dari doa Salomo di bagian ini, apa yang dapat Anda pelajari mengenai fungsi Bait Allah? (Perhatikan pengakuan Salomo di ayat 27; perhatikan juga kata ”dengarkanlah” yang muncul berulang kali di ayat 28, 29, dan 30).

Untuk kebaktian pentahbisan itu, Salomo telah membuat sebuah mimbar tembaga yang di tempatkan di depan mezbah Tuhan (lihat 2 Taw. 6:12-13).  Di mimbar itulah ia berdiri, lalu berlutut dan memanjatkan doanya di hadapan segenap jemaah Israel. Salomo memanjatkan doanya sambil menengadahkan tangannya ke langit. Salomo mengawali doanya dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan sebagai satu-satunya Allah. Salomo juga memuji Tuhan karena kesetiaan-Nya memegang perjanjian-Nya dan memelihara kasih-Nya kepada umat-Nya.

Setelah memuji dan menyembah Tuhan, Salomo melanjutkan doanya dengan beberapa permohonan. Pertama-tama, Salomo memohon agar Tuhan tetap memelihara perjanjian dan kasih-Nya kepada umat-Nya, dan agar seluruh umat Tuhan dapat melihat dan mengalami secara nyata kesetiaan-Nya (ay. 25-26).  Salomo menyadari sepenuhnya bahwa keberadaan Tuhan tidak mungkin dibatasi hanya dalam sebuah rumah (ay. 27), namun Salomo memohon agar Tuhan berkenan mendengarkan setiap doa yang dipanjatkan oleh umat-Nya dari Bait Allah yang baru ditahbiskan itu (ay. 28-30). Dengan demikian, Bait Allah itu akan berfungsi menjadi rumah doa. Di tempat inilah seluruh umat dapat berjumpa dengan Tuhan yang siap mendengarkan doa-doa mereka.

REFLEKSI
Ada banyak kegiatan yang dapat kita lakukan di gereja. Namun, apakah kita sudah memanfaatkan gereja sesuai dengan fungsinya yang utama, yaitu sebagai rumah doa?

TEKADKU
Ya Tuhan, Engkau telah memberikan telinga-Mu kepadaku dan selalu siap mendengarkan doaku. Ampunilah aku jika selama ini aku justru kurang bersungguh hati ketika datang kepada-Mu, baik dalam doa pribadiku maupun ketika beribadah bersama di gereja.

TINDAKANKU
Selama seminggu ini aku akan mengatur waktu doaku dengan lebih sungguh-sungguh, dan mempersiapkan diriku dengan lebih baik setiap kali aku datang menghadap Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«