suplemenGKI.com

Senin, 23 Maret 2020

22/03/2020

MENYIMPAN DOSA

Yesaya 59:1-21

 

PENGANTAR
Kecenderungan manusia berdosa adalah melakukan kejahatan.  Bisa jadi dimulai dari keinginan buruk dalam pikiran, lalu lahir dalam ucapan dan menjadi nyata dalam tindakan. Akhirnya kejahatan itu bisa beranak-pinak melahirkan kejahatan baru yang semakin besar jika belum kita akui dan serahkan pada-Nya.  Kita masih nyaman melakukan dosa, walaupun telah berulang kali Dia mengingatkan.  Mari kita pelajari bagaimana Allah mengingatkan umat-Nya.

PEMAHAMAN

  • Ayat 3-8: Bagaimana secara terperinci gambaran dosa yang dilakukan umat-Nya?
  • Ayat 12-21: Sebagai peringatan Tuhan, kehancuran seperti apa yang terjadi dalam kehidupan umat Israel?
  •  Adakah dosa yang masih kita simpan dan terus ingin kita simpan?  Saat ini Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk mengakui dan menyerahkan pada-Nya.

Berada dalam pembuangan adalah salah satu cara Tuhan untuk memperingatkan dan membentuk umat-Nya.  Dalam pembuangan itu, umat Tuhan berteriak dan mengeluh karena seolah Allah tidak kunjung mendengar dan menyelamatkan mereka.  Apakah Allah tidak mau menolong mereka? Jawaban Allah jelas “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar” (ayat 1).  Lalu mengapa? “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, … segala dosamu” (ayat 2).  Allah bertindak menyelamatkan pada waktu-Nya, yaitu saat Israel tidak lagi menyimpan dosa tetapi mau berbalik kepada Allah.

Dalam bagian ini, perbuatan dosa Israel digambarkan secara terperinci.  Mereka memandang rendah hak orang lain, meremehkan hukum, mudah mengucapkan janji palsu, menganggap murah nyawa sesamanya, dan mengatur strategi jahat untuk kepentingan sendiri (ayat 3-8).  Pernyataan Allah yang menganggap mereka sebagai umat kesayangan-Nya telah mereka hancurkan dengan bersikap seperti bangsa-bangsa yang tidak mengenal Dia.  Tapi, keberadaan di tanah pembuangan tidak serta merta membuat mereka bertobat.  Perlahan dan pasti kehancuran Israel sedang terjadi.  Kehidupan rohani mereka telah dibutakan oleh pelanggaran yang dilakukan sendiri (ayat 10-11, 14).  Apa penyebab kehancuran moral yang dahsyat ini?  Pemberontakan terhadap hukum Allah.  Mereka ingin berjalan sendiri tanpa bimbingan-Nya (ayat 12-13), tidak menyadari penolakan terhadap Allah mendatangkan kebinasaan (ayat 1-2).  Namun demikian, Allah berkenan mencurahkan belas kasih-Nya.  Allah bangkit menyelamatkan umat-Nya (ayat 16-17).  Bahkan Dia akan membalas perbuatan para musuh setimpal dengan perilaku mereka (ayat 18) sehingga orang-orang yang menaruh harapan kepada-Nya akan merasakan keselamatan (ayat 19-21).

Pada hakikatnya dosa adalah pemberontakan kepada Allah.  Apabila tidak cepat bertobat akan melahirkan dosa-dosa yang semakin merusak dan akhirnya menuai kebinasaan.  Oleh sebab itu, jangan menyimpan dosa, akui dan serahkanlah pada-Nya.  Jangan sampai dosa menggerogoti keseluruhan hidup kita.  Dia selalu menantikan anak-anak-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Dosa telah memisahkan manusia dari Allah.  Tetapi justru Allah yang tersakiti itu berinisiatif melakukan tindakan “campur tangan” di dalam kehidupan kita. Hal itu semata-mata Allah lakukan dalam rangkaian proses keselamatan kita.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah agar Roh-Mu bertakhta dalam hidupku.  Sehingga aku mampu mengakui dan menyerahkan dosa yang aku simpan dan masih mengikat diriku.  Jangan biarkan dosa terus menerus menguasai hidupku.

TINDAKANKU
Tuhan hari ini aku mengakui dan menyerahkan dosaku ……….. (sebutkan dosa dan kesalahan yang ingin kita akui).  Aku tidak mau menyimpannya lagi, sebab dosa itu hanya akan menggerogoti hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«