suplemenGKI.com

Senin, 23 Juli 2018

22/07/2018

2 Raja-raja 4:38-41

KELAPARAN ROHANI

PENGANTAR
Istilah “kelaparan rohani” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang merasakan kebutuhan yang sangat besar akan hal-hal rohani: firman Tuhan, kedekatan dengan Tuhan, atau pengalaman nyata mengenai kasih dan kuasa Tuhan. Kelaparan rohani memang bisa berdampak baik: kita akan mencurahkan lebih banyak waktu dan tenaga kita untuk pertumbuhan rohani kita. Namun, kelaparan rohani juga bisa berdampak buruk apabila kita memenuhi kelaparan rohani itu dengan cara yang salah. Misalnya, jika kita hanya ingin mengejar pengalaman-pengalaman rohani yang spektakuler namun enggan mempelajari firman-Nya dengan cara yang benar.

PEMAHAMAN
Peristiwa “maut dalam kuali” terjadi ketika Elisa mengunjungi komunitas para nabi yang ada di Gilgal dan bermaksud menyediakan makanan bagi mereka yang sedang dilanda kelaparan. Sebenarnya, orang-orang di zaman Elisa bukan hanya dilanda kelaparan secara jasmani, namun juga secara rohani. Namun, mereka mengatasi kelaparan rohani mereka dengan cara yang salah: mereka menyembah Baal, dewa kesuburan yang mereka harapkan akan menjadi penolong mereka. Jadi, insiden “maut dalam kuali” yang terjadi di pada waktu itu sesungguhnya merupakan peringatan bagi mereka yang berusaha menyembah Baal untuk memuaskan kelaparan rohani mereka.

  • Ayat 38-40. Bagaimana cara bujang Elisa menyiapkan makanan bagi mereka? Apa saja yang dimasaknya? Mengapa orang juga memetik tanaman-tanaman liar yang tidak mereka kenal? Apa akibatnya?
  • Ayat 41-42. Apa yang dilakukan Elisa untuk menghilangkan “maut” dalam makanan tersebut? Mengapa Elisa menggunakan tepung?

Selain sayur-sayuran yang tumbuh di ladang, mereka juga memetik tanaman liar yang tidak mereka kenal dan memasukkannya ke dalam kuali. Kebutuhan yang besar akan makanan membuat mereka tidak peduli dengan apa yang mereka makan. Setelah menyantap makanan itu, mereka pun merasa kesakitan – mungkin, sakit perut yang hebat – sehingga mereka berteriak, “Maut ada dalam kuali itu, …”.  Untuk menghilangkan “racun” dalam kuali itu, Elisa menggunakan tepung. Tepung adalah bahan makanan yang sehat, yang juga merupakan makanan pokok mereka. Namun, di masa kelaparan, tentu saja, tepung juga merupakan bahan makanan yang langka dan mahal harganya.

REFLEKSI
Kebutuhan rohani kita tidak dapat dipenuhi dengan cara sembarangan. Dibutuhkan keseriusan dan ketekunan agar kita memiliki kerohanian yang sehat.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk lebih serius dan lebih tekun di dalam berdoa dan membaca Alkitab.

TINDAKANKU
Mulai sekarang aku akan membaca Alkitab, minimal dua pasal setiap hari. Aku akan mengajak beberapa teman untuk membentuk grup (komunitas) pembacaan Alkitab.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«