suplemenGKI.com

Ulangan 18:1-8; 9-13

Panggilan TUHAN  

Kitab Ulangan merupakan Kitab Musa yang kelima.  Kitab Ulangan berisi tentang pengarahan Musa yang terakhir kepada bangsa Israel.  Ketika itu mereka sedang menyiapkan diri memasuki tanah Kanaan.  Pengarahan Musa kepada bangsa Israel disampaikan di dataran Moab.  Dalam pengarahan itu Musa memberi penjelasan tentang hukum TUHAN baik mengenai ibadah, peraturan hidup sehari-hari yang harus mereka taati, politik bahkan organisasi dalam menjalankan pemerintahan.  Hal itu untuk menegaskan kembali bahwa bangsa Israel dipanggil untuk memasuki tanah perjanjian-Nya dengan tujuan Tuhan agar mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Siapakah umat yang dipanggil TUHAN menjadi alat menyatakan kehendakNya?
  2. Apakah panggilan TUHAN dalam hidup ini hanya berlaku kepada orang-orang tertentu saja? (ay. 9-10, 12)
  3. Apakah kita menyadari akan panggilan Tuhan dalam hidup kita?
  4. Bagaimana kita menjalani hidup dalam panggilan-Nya? 

RENUNGAN

Setiap orang percaya adalah orang yang seharusnya hidup di dalam panggilan Tuhan, apapun latarbelakang atau profesinya.  Beberapa diantara kita pasti ada yang Tuhan beri kesempatan sebagai pelaku bisnis, dokter, pemilik toko, karyawan kantor, penjual kue ataupun penjual sayur.  Maka ada satu hal yang sama di hadapan Tuhan dari semua jenis pekerjaan yang kita kerjakan, bahwa di dalam pekerjaan atau profesi apapun sesungguhnya setiap orang percaya adalah duta Allah di dalam dunia.  Misalnya, seorang penjual sayur dapat disebut sebagai seorang yang sudah menjadi duta Allah di dalam dunia, kalau ia hidup sesuai dengan panggilan Allah; jujur, berkata-kata penuh kasih atau selalu bersyukur kepada-Nya. 

Dalam Perjanjian Lama, memang terkadang panggilan Allah ditandai dengan adanya orang-orang khusus yang dipanggil untuk pelayanan khusus (seperti para imam atau orang-orang Lewi, ay. 1-8).  Orang-orang yang Tuhan panggil ini biasanya memiliki tugas khusus dalam pekerjaan-Nya.  Dalam melakukan pekerjaan dan menjalani hidupnya, mereka juga harus memperhatikan secara serius peraturan (hukum) Tuhan, perintah serta kehendak-Nya.  Mereka dituntut untuk taat pada perintah dan hukum Tuhan itu.  Memang ada orang-orang khusus yang dipanggil untuk mengerjakan pekerjaan-Nya secara khusus, namun sesungguhnya hidup di dalam panggilan-Nya berlaku bagi setiap umat-Nya.  Ayat 9 menunjukkan “Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN”; kemudian ayat 10 “Diantaramu janganlah didapati seorangpun…”, ayat 12 “Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN”.  Melalui ayat ini menegaskan Tuhan memanggil setiap umat-Nya untuk mengerjakan pekerjaan-Nya di dunia menjadi berkat bagi bangsa lain.  Setiap umat Allah dipanggil untuk menjadi seorang duta Allah bagi bangsa lain. 

Bagaimana dengan panggilan Tuhan di dalam perjanjian Baru?  Bagaimana dengan panggilan Tuhan dalam hidup kita hari ini?  Sesungguhnya hidup didalam panggilan-Nya itu mutlak berlaku bagi setiap orang percaya.  Firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap orang percaya adalah “imamat rajani” yang memiliki status dan tanggung jawab sebagai duta bagi Allah (1Pet. 2:9).  Apakah kita menyadari bahwa diri kita masing-masing dipanggil menjadi duta Allah yang seharusnya menjalani hidup sesuai dengan panggilan-Nya itu?  Apakah kita sudah hidup dalam panggilan-Nya?  Apapun pekerjaan (profesi) kita hari ini, sesungguhnya kita adalah duta Allah bagi orang-orang di sekitar kita.  Hiduplah sesuai dengan panggilan-Nya. 

Setiap orang dalam berbagai profesi adalah duta Allah bagi dunia.  Maka lakukanlah tugas sesuai dengan panggilan sebagai duta dengan setia!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«