suplemenGKI.com

Kejadian 17:1-7

TUNDUK PADA RENCANA ALLAH

 

PENGANTAR
Orang yang tua cenderung banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan daripada orang muda.  Salah satu sumber pertimbangan dari kecenderungan tersebut adalah banyaknya pengalaman di masa lalu.  Itu sebabnya, orang yang tua biasanya tidak mudah menerima pendapat dari pada orang yang muda.  Fakta ini mungkin juga menjadi pergumulan Abram di masa tuanya ketika menerima janji Allah.

 

PEMAHAMAN
Ayat 1b           :  Identitas Allah yang seperti apakah yang dinyatakan di bagian ini?
Ayat 2             :  apa yang Allah rencanakan ketika berbicara kepada Abram?
Ayat 4-7          :  apa isi perjanjian Allah kepada Abram?

Menurut saudara, mudah atau tidak tidak untuk tunduk pada rencana Allah?

Tidak selalu apa yang diharapkan manusia terjadi seperti yang dia pikirkan. Contohnya pengalaman Abram dan Sarai.  Sejak awal Abram dan Sarai pasti mendambakan kehadiran anak dalam kehidupan pernikahan mereka.  Kalau tidak tahun ini, mungkin tahun depan atau tahun-tahun berikutnya. Namun apa yang terjadi?  Tidak ada tanda-tanda bahwa Abram dan Sarai akan memperoleh keturunan.  Wajar bila kemudian Abram gelisah akan hal itu, “Ya Tuhan ALLAH…..Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan….” (15:2, 3).  Meski kemudian Allah menjanjikan keturunan (15:4, 5), dan Abrampun percaya akan hal itu (15:6), tapi tetap bukan hal yang mudah baginya untuk memahami rencana Allah dalam hidupnya, apalagi usia Abram sudah 86 tahun (16:16).  Itu sebabnya, setelah melewati pergumulan terkait dengan kehadiran Hagar, empat tahun kemudian, di usia yang ke-90 (17:1), Allah kembali menegaskan janjiNya bahwa Abram akan memperoleh keturunan melalui istrinya, Sarai (17:16). Pengalaman itu seolah terulang, Abram dan Sarai pun “tertawa” (17:17; 18:12) dalam percayanya.

Abram harus menyelaraskan hidupnya dengan rencana Allah.  Abram harus tunduk pada apa yang Allah mau, bukan yang manusia mau.  Meski tidak mudah, pada sikap yang mau tunduk itulah, Allah berkenan menggenapi rencanaNya.  Perjalanan iman kita ada kalanya tidak berbeda dengan pergumulan iman Abram.  Ada hal-hal yang kita harapkan dan sudah kita sampaikan pada Allah melalui doa.  Namun dari semua hal yang kita lakukan seolah tidak membawa kita dekat pada rencana Allah.  Belajar dari perjalanan hidup Abram, kita bisa melihat bahwa beriman adalah sebuah perjalanan untuk percaya dan tunduk pada rencana Allah.  Meski tidak mudah dan cenderung tidak sabar, namun dalam sikap yang bersedia mau terus berjalan, merendah, mencerna dan terus percaya bersama Allah, kita akan dimampukan untuk mempercayai bahwa Allah mengerjakan yang terbaik menurut waktu dan rencanaNya sendiri.

 

REFLEKSI
Beriman identik dengan sikap yang mau tunduk pada rencana Allah.

 

TEKADKU
Sesulit apapun, aku mau tunduk pada rencana Allah.

 

TINDAKANKU
Aku mau terus berjalan dengan setia memahami Allah dan rencanaNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*