suplemenGKI.com

Bacaan : Yesaya 63 : 7 – 9

Tema : Mengingat Kasih Setia Tuhan

Pengantar
Dalam perjalanan hidup kita masing-masing pasti banyak pengalaman hidup yang telah kita lalui. Diantaranya ada pengalaman yang menyenangkan tetapi juga ada yang menyedihkan. Memang kita selalu berada dalam tiga waktu, yaitu hari “kemarin”, “hari ini” dan hari “besok”. Waktu “kemarin”, entah itu sudah puluhan tahun lamanya sudah menjadi “sejarah” dalam kehidupan kita. Walaupun banyak kenangan manis, pahit, prestasi semuanya itu telah berlalu dan menjadi modal untuk pergumulan hidup hari ini. “Hari ini” adalah saat-saat perjuangan hidup yang lebih baik. Dalam perjuangan ini siapapun tidak boleh lengah tetapi segala sesuatu harus di kerjakan dengan serius, teratur dan maksimal. Karena “hari ini” adalah mata rantai kehidupan dimasa depan/”besok”. Yang merupakan cita-cita dan harapan.

Renungan hari ini  merupakan refleksi dari Kasih setia Tuhan dimasa lalu/”kemarin” ,” hari ini” dan masa depan/”besok”.

Pemahaman

  1. Bagaimana sang nabi mengingat kasih setia Tuhan ? ayat 7
  2. Bagaimana sang nabi mengalami kasih setia Tuhan ? ayat 8-9

Di ayat 7 sang nabi mengatakan, “Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia Tuhan, perbuatan Tuhan yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan Tuhan kepada kita” dst.  Ayat ini menjelaskan bahwa sang nabi ( Yesaya ) telah merasakan kasih setia Tuhan pada masa lalunya. Yesaya mengalami kasih setia Tuhan melalui perbuatan-perbuatan Tuhan yang masyhur. Artinya bahwa perbuatan-perbuatan baik Tuhan itu diluar nalar manusia. Bahkan perbuatan baik Tuhan itu terus dinyatakan dalam kehidupan Yesaya, kapanpun dan dimanapun Yesaya terus merasakan kebaikan Tuhan.

Pengalaman Yesaya dimasa lalu yakni berisi, kasih setia Tuhan, perbuatan Tuhan dan kebajikan Tuhan, menjadi modal bagi Yesaya untuk melangkah dan berjuang melayani Tuhan. Walaupun terkadang ia diperhadapkan dalam situasi yang sangat sulit dan menderita. Namun Yesaya percaya bahwa kasih setia Tuhan akan tetap dinyatakan. Di ayat 8-9 menegaskan bahwa kasih setia Tuhan itu dinyatakan bahwa Tuhan adalah sang Juruselamat, yang menyelamatkan umat-Nya dari kesesakan. Tuhan juga digambarkan telah menebus, mengangkat dan menggendong umat-Nya dengan kasih sayang. Jika sang Juruselamat dalam peristiwa jaman nabi Yesaya telah menyelamatkan umat-Nya ( Israel ) maka sang Juruselamat didalam diri Tuhan Yesus Kristus adalah Sang Juruselamat bagi seluruh umat manusia. Dia datang berinkarnasi sebagai manusia, melayani sesama manusia, menyembuhkan segala penyakit, bersahabat dengan orang berdosa dan menebus dosa umat manusia melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Untuk itu kita patut bersyukur atas Anugerah Allah yang besar melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

Refleksi
Marilah kita mengambil saat hening sejenak, lalu renungkanlah : Apakah anda pernah merasakan kasih setia Tuhan, perbuatan/pertolongan Tuhan yang masyhur atau kebaikan Tuhan dalam hidup anda ? Bagaimana perasaan anda, ketika mengalami kasih setia Tuhan ?

Tekadku
Tuhan ! Sungguh saya mengucap syukur untuk kasih setia-Mu yang terus Tuhan nyatakan  dalam hidupku.

Tindakanku
Saya akan menjadikan Kasih setia Tuhan sebagai modal dalam menjalani hidup ke depan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*