suplemenGKI.com

Senin, 23 April 2018

22/04/2018

KASIH YANG TAK TERBATAS

Kisah Para Rasul 8:26-40

Pengantar
Perbedaan adalah bagian dari kehidupan. Di sisi lain manusia seringkali mengharapkan keseragaman. Keseragaman dianggap sebagai kekuatan dan kebersamaan. Tidak jarang dalam hidup bersama kita menciptakan keseragaman dengan menekan dan menyisihkan yang berbeda. Mereka yang memiliki cara berpikir yang berbeda, cara pandang yang berbeda, kebiasaan yang berbeda dianggap aneh. Dengan demikian kita gagal mengelola perbedaan. Bagaimana dengan kita selama ini? Dan apa yang Allah ajarkan hari ini? Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 25-29    : Siapakah sida-sida dari Etiopia? Mengapa Injil Tuhan harus diberitakan kepadanya?
  • Ayat 30-35    : Bagaimanakah cara Filipus memberitakan Injil kepada Sida-sida dari Etiopia?
  • Ayat 36-40    : Bagaimanakah respon Sida-sida dari Etiopia setelah mendengar berita Injil?

Sida-sida dari Etiopia adalah pengikut agama Yahudi walaupun dia sendiri bukan orang Yahudi.  Dia adalah pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia. Umumnya tugas sebagai sida-sida membuat seseorang harus dikebiri untuk bisa menjalankan tugasnya di istana Ratu Etiopia. Karena keadaan inilah dia dilarang masuk ke Bait Suci berdasarkan perintah Tuhan di Ulangan 23:1. Tetapi walaupun tidak mungkin masuk ke Bait Suci, dia tetap punya kerinduan untuk datang beribadah. Seorang dengan semangat beribadah yang begitu besar ini diperhatikan oleh Tuhan. Dia rela berjalan jauh dari Etiopia menuju Yerusalem hanya untuk beribadah di luar Bait Suci karena keadaannya ini. Baik orang Samaria maupun sida-sida, keduanya adalah kelompok yang sangat dihina oleh orang-orang Yahudi. Namun, keduanya dimenangkan bagi Kristus oleh Filipus. Kasih Yesus tidak terbatas hanya kepada orang Yahudi saja, tetapi kepada semua orang yang mau percaya kepada-Nya.

Sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya dan ia tidak mengerti apa arti dari kitab itu. Dia sadar bahwa dirinya membutuhkan pembimbing untuk bisa mengerti firman itu (Ay. 31). Ketika Filipus menghampirinya, ia segera bertanya apa arti dari nats itu. Maka, bertolak dari situlah Filipus mulai memberitakan Injil Yesus kepadanya. Filipus memberitakan Injil mengenai sengsara Kristus berdasarkan Yesaya 53 itu. Kristuslah yang digambarkan di dalam Kitab Yesaya. Tuhan Yesuslah domba yang kelu yang dibawa ke tempat pembantaian. Ay. 36 menunjukkan bahwa Filipus memberitakan Injil dengan tuntas.  Dia mengabarkan tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus, tetapi juga memberitakan seruan pertobatan dan baptisan sebagai tanda pertobatan kepada sida-sida itu. Dan setelah mendengar berita Injil, sida-sida itu memberi dirinya untuk dibaptis dan percaya kepada Tuhan.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana kita selama ini menyikapi perbedaan yang ada di sekitar kita: dalam keluarga, gereja, masyarakat? Tuhan mengasihi anak-Nya yang terhilang, seseorang yang dianggap hina dan tertolak dijangkau oleh Tuhan. Maukah kita dipakai oleh Tuhan untuk menjangkau orang2 yang terabaikan,

Tekadku
Ya Tuhan, mampukan saya untuk bisa mengasihi orang lain yang berbeda dengan kasih yang tulus seperti kasih yang Engkau miliki.

Tindakanku
Saya tidak cepat marah ketika ada orang lain yang berbeda pendapat dengan saya, atau ketika ada agama lain yang tidak suka dengan saya, saya akan berdoa untuk mereka supaya mereka dapat mengenal Tuhan Yesus sang Juruselamat yang hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«