suplemenGKI.com

PEGANG PENUH

Ulangan 4 : 1 – 2, 6 – 9

 

Pengantar
Dalam kehidupan ini, ada banyak peraturan dan hukum yang harus kita patuhi, agar terwujud kehidupan yang tertib. Namun tak jarang, kita mengabaikan sebagian dari peraturan dan hukum yang ada karena suatu kepentingan dan alasan pribadi yang berusaha kita jelaskan agar dimengerti (dimaklumi) oleh pihak lain atau oleh para penegak hukum. Apakah itu salah? Dalam kitab Ulangan 4 : 1 – 2, 6 – 9 yang kita baca pada hari ini, kita diajak untuk memperhatikan maksud di balik perintah yang TUHAN sampaikan kepada umat-NYA, dan mendorong kita untuk memberlakukannya. 

Pemahaman
Ayat 1 – 2   :  Apa yang membuat umat TUHAN dapat hidup dan beroleh penggenapan janji TUHAN?
Ayat 6 – 9   :  Apa yang membuat umat TUHAN dikatakan bijaksana dan berakal budi?

Agar memperoleh hidup dan penggenapan janji TUHAN (memasuki serta menduduki tanah perjanjian) maka umat TUHAN diharapkan untuk mendengar ketetapan dan peraturan yang dajarkan TUHAN kepada mereka untuk dilakukan. Mereka dilarang untuk menambahi atau mengurangi apa yang TUHAN perintahkan kepada mereka. Mereka harus berpegang penuh pada perintah TUHAN.

Hal “mendengar” dan “melakukan” merupakan sebuah kesatuan, yang dapat berarti berpegang penuh pada perintah TUHAN dengan tidak membuat penafsiran (atau perkecualian) sendiri bahkan hanya memperhatikan bagian yang disukai atau cocok dengan kehendak serta rencana diri sendiri.

Jadi diperlukan kesediaan diri untuk mendengar secara baik, dan bukan sekedar mengetahui secara hurufiah, sebelum melakukan ketetapan dan peraturan TUHAN secara baik pula, yaitu sesuai maksud TUHAN.

Apa maksud TUHAN tersebut? Maksud TUHAN adalah perwujudan hidup yang berkeadilan, karena dengan setia melakukan segala ketetapan dan peraturan yang TUHAN berikan itu, mereka akan menjadi bangsa yang bijaksana dan berakal budi yang diakui oleh bangsa-bangsa lainnya, di mana seluruh hukum TUHAN adalah begitu adil.

Selain itu, keberadaan hidup umat TUHAN yang setia dalam memberlakukan seluruh ketetapan dan peraturan-NYA, tidak hanya untuk kepentingan, kebaikan, atau keunggulan mereka saja, tapi terutama untuk menjadi saksi TUHAN yang menyatakan keadilan dalam kehidupan bersama. 

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita telah mendengar dan melakukan (berpegang penuh) pada segala ketetapan dan peraturan TUHAN?
  • Apakah kita telah menjadi saksi TUHAN yang mewujudkan hidup yang berkeadilan? 

Tekad
TUHAN, jadikan aku sebagai pribadi yang setia berpegang penuh pada ketetapan dan peraturan-MU. 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan di segala waktu, saya akan belajar untuk menjadi saksi TUHAN yang menunjukkan hidup berkeadilan di tengah masyarakat dan lingkungan di mana saya berada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«