suplemenGKI.com

Amsal 25 : 6 – 7.

“JANGAN SOMBONG”

Amsal 25 adalah kumpulan amsal yang ditulis oleh Salomo, Raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Yang sangat menarik dari kedua ayat ini adalah bahwa raja Salomo memberi nasehat bagaimana seharusnya kita bersikap, baik kepada raja maupun kepada sesama.

Ayat 6  – Mengapa raja Salomo menasehati supaya dalam bersikap dan bertindak jangan berlagak baik dihadapan raja atau dihadapan sesama ?

Ayat 7 – apa makna dari pernyataan ayat ini, “lebih baik orang berkata kepadamu : ‘naiklah kemari dari pada engkau direndahkan dihadapan orang mulia’”.

RENUNGAN.

Ketika terjadi perang saudara di Amerika Serikat, tentara-tentara utara menang dan menguasai daerah dalam keadaan mabuk, karena sedang mabuk maka ia menganggap dirinya seorang pembesar, apalagi ai punya pakaian dan tanda-tanda kehormatan, maka perwira itu berjalan seperti orang besar di dermaga itu. di ujung dermaga itu ia melihat seorang bertubuh kecil dengan pakaian sipil, memakai topi biasa sedang memancing ikan. Perwira tersebut mendekati dan menegur dengan suara kasar, : “Hai mengapa kamu di sini, ayo bangun, keluar dari sini, pergi dari sini” sambil menendang tiga kali dan menghina orang yang sedang memancing tersebut, dan setelah puas ia pergi. Tetapi tak disangka orang itu berdiri dan berkata : ‘Tunggu’. Perwira itu kembali dan mengejek dengan kata-kata kotor. Namun orang yang berpakaian sipil tersebut berkata, : ‘perwira serahkan tanda-tanda kehormatanmu, serahkan kepada saya’. Dan perwira itu sadar bahwa orang yang berpakaian sipil tersebut adalah Grant, Panglima angkatan bersenjata Amerika pada saat itu. ia sedang memancing dengan mengenakan pakaian sipil. Perwira itu berlutut, wajahnya pucat, sambil menangis ia memohon : “Oh Bapak, ampunilah saya, janganlah saya dihukum……”. Sang panglima mengambil dan merobek semua tanda-tanda kehormatan dan pangkat perwira tersebut dan memasukkan kedalam tahanan.

Kisah diatas menjadi pelajaran bagi kita bagaimana seharusnya kita bertindak dan bersikap. Terkadang kita seperti si perwira yang sombong dan berlagak tersebut.  Seringkali  kita merasa diri sebagai orang penting, harus diutamakan dan dihormati, tanpa disadari bahwa dengan bersikap demikian sebenarnya kita sedang menyombongkan diri. Dan sikap sombong membuktikan bahwa seseorang masih dikuasai oleh kedagingan.

Jika raja Salomo menasehatkan supaya kita jangan berlagak, apalagi dihadapan raja atau pembesar, hal ini dilakukan supaya para rakyatnya belajar rendah hati, karena dengan kerendahan hati kita menjadi orang yang bisa menempatkan diri dimanapun kita berada dengan sikap rendah hati. Mengapa demikian ? karena orang yang bisa menempatkan diri dengan baik adalah orang yang mampu memandang orang lain lebih penting dan lebih berharga  dan justru disitulah terletak kerendahan hati yang sejati. Dan ketika kita memandang orang lain lebih penting dan lebih berharga maka sebaliknya orang lain juga akan menghormati kita. Bagaimana dengan anda ? sudahkan anda memandang orang lain lebih penting dan berharga ? janganlah kita terjebak dalam dosa kesombongan. Amin.

“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati. Karena itu rendahkanlah dirimu dibawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya. ( I Petrus 5 : 5 – 6 ).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«