suplemenGKI.com

Keluaran 17:1-7

“BERTUMBUH DARI PENGALAMAN”

PENGANTAR

Para ahli Perjanjian Lama menduga bahwa yang disebut sebagai Rafidim adalah wadi besar Refayid yang terletak di barat daya gunung Sinai. Wadi adalah sungai kering di padang gurun, yang hanya akan berair bila hujan turun. Itulah sebabnya orang-orang Israel kecewa melihat wadi itu telah kering.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 1-4: Bandingkan peristiwa ini ini dg. Kel.16:1-3. Apa yang salah dari sikap mereka?
  2. Ayat 5-6: Apa yang Tuhan lakukan untuk menjawab mereka? Mengapa Tuhan harus menunggu mereka bersungut-sungut sebelum memberikan air kepada mereka?
  3. Ayat 7: Ayat ini mengungkapkan bahwa ada masalah yang lebih serius daripada masalah kekurangan air. Masalah apakah itu?

 

Penting untuk dicatat bahwa orang Israel sampai di Rafidim atas pimpinan Tuhan (ay.1, ”sesuai dengan titah Tuhan”). Sikap mereka di sini tidak jauh berbeda dengan pada waktu mereka di padang gurun Sin. Di sana mereka bersungut-sungut karena tidak mendapatkan roti dan daging, sekarang mereka bersungut-sungut karena tidak mendapatkan air. Cara mereka bersungut-sungut pun tidak berubah. Mereka menuntut untuk diberi air, mengajak Musa bertengkar, dan menuduh Musa hendak membunuh mereka. Mujizat manna dan burung puyuh rupanya hanya memuaskan perut mereka, namun tidak mengubah hati mereka.

Itulah sebabnya Tuhan tidak sekadar menuruti permintaan mereka dan menyediakan apa yang mereka butuhkan, meskipun Tuhan sanggup melakukannya dengan segera. Tuhan hendak mengajar mereka untuk sungguh-sungguh percaya kepadaNya. Lagipula, Tuhan juga memakai para pemimpin mereka, Musa dan para tua-tua Israel, untuk melaksanakan mujizatNya. Tuhan juga mengajarkan kepada mereka agar mereka juga percaya kepada para pemimpin mereka.

Kekurangan air (atau kekurangan apapun) hanyalah sebuah gejala yang nampak dari sebuah ”penyakit” yang lebih serius, yaitu kerdilnya iman mereka. Mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepadaNya, sehingga mereka selalu meragukan kehadiranNya di dalam hidup mereka.

REFLEKSI

Renungkanlah berapa banyak pemberian dari Allah yang sudah Anda nikmati? Apakah semua pengalaman dengan kebaikan Allah itu memberikan pengaruh yang positif bagi pertumbuhan iman Anda? Salah satu indikatornya adalah dengan memeriksa diri sendiri, apakah kita tergolong orang yang masih sering bersungut-sungut ketika tidak mendapatkan yang kita inginkan dariNya, ataukah kita tetap mampu mengucap syukur sebagai bukti bahwa kita tetap mempercayaiNya dalam segala keadaan kita?

 

TEKADKU

Tuhan, kini kusadari bahwa setiap pemberian dan pertolongan yang sudah kuterima dariMu akan menjadi sia-sia jika tidak mendorong pertumbuhan imanku. Aku tidak berbeda dari bangsa Israel. Mampukan aku terus bertumbuh ya Tuhan, melalui semua pengalamanku dengan kelimpahan kasih karuniaMu. Amin

TINDAKANKU

Menemukan hal untuk disyukuri di balik satu atau beberapa hal/keadaan yang membuat Anda bersungut-sungut belakangan ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*