suplemenGKI.com

ALLAHKU DAHSYAT

Mazmur 76

 

Pengantar
Siapakah ALLAH yang kita percaya? Pemazmur dalam Mazmur 76 ini ingin mempersaksikan tentang siapa ALLAH  yang diyakini dan dialami oleh bangsanya di sepanjang sejarah kehidupan. Marilah kita merenungkannya! 

Pemahaman

  • Ayat 1-11 : Mengapa Pemazmur menyebut ALLAH dahsyat? Apakah bukti kedahsyatan ALLAH yang dijelaskan dalam ayat-ayat ini?
  • Ayat 12 -13   : Apakah yang perlu dilakukan umat Tuhan di hadapan ALLAH yang dahsyat?

Mazmur 76 dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama diawali dengan sebuah pernyataan teologis bahwa nama ALLAH sudah terkenal di Israel dan Yehuda (ayat 2). Itu karena ALLAH bertahta di sana (ayat 3). Tidak hanya berdiam di sana, melainkan Ia juga bertindak atau melakukan sesuatu di sana. Dalam ayat 4-5 disebutkan tindakan ALLAH yang heroik, mulia dan cemerlang. Sesungguhnya di hadapan ALLAH yang dahsyat dan maha perkasa itu, kekuatan manusia tidak ada artinya lagi (ayat 6). Tidak hanya itu. Pasukan berkuda juga menjadi tidak berdaya (ayat 7). Sekilas kedua ayat ini mengingatkan kita akan peristiwa yang terjadi dalam penyeberangan laut Teberau itu, ketika pasukan panah dan pasukan kuda Mesir yang mengejar Israel sampai ke tepi laut, tiba-tiba ketakutan ketika mereka sadar bahwa TUHAN berperang di pihak Israel melawan mereka. Mungkin pemazmur terkenang akan tindakan ALLAH dalam peristiwa sejarah di masa silam itu. Bahkan Pemazmur tetap yakin bahwa ALLAH seperti itu masih akan bertindak juga sekarang dan di sini.

Diungkapkan pula tentang kedahsyatan dan kemahakuasaan Allah (ayat 8). Dan Di hadapan ALLAH yang dahsyat, apalagi yang sedang murka, tidak ada manusia yang dapat bertahan. Bumi sekalipun bahkan menjadi takut dan tertegun saat mendengar keputusan ALLAH yang diwartakan dari langit (ayat 9), saat Ia bangkit melakukan penghakiman dan penghukuman atas bumi (ayat 10). Di akhir ayat 10 kita temukan sebuah unsur baru yaitu, tindakan ALLAH itu dimaksudkan untuk menyelamatkan semua orang yang tertindas di bumi ini. Ini sangat menarik, karena tindakan dan perbuatan Allah diberi ciri penyelamatan (konstruktif), tidak hanya ciri penghancuran (destruktif) belaka. Bahkan dalam ayat 11 kita melihat bagaimana ALLAH mengubah kemarahan musuh umat-Nya menjadi karya baik yang  mendatangkan syukur bagi umat. Murka orang fasik bisa memberikan peluang kepada ALLAH untuk menyelamatkan umat-Nya dan melakukan hal-hal besar bagi mereka; misalnya murka Firaun terhadap Israel menjadi kesempatan bagi ALLAH untuk menunjukkan kuasa-Nya yang ajaib dalam membebaskan umat-Nya dari Mesir (Keluaran 5:1-12:51).  Inilah bagian utuh dari tindakan dan karya Allah yang jauh melampaui daya tangkap pemahaman manusia.

Bagian kedua Mazmur 76 ini berisi seruan atau ajakan bahkan perintah untuk melunasi nazar. Nazar adalah sumpah atau janji bersyarat kepada TUHAN ketika seseorang melakukan permohonan kepada TUHAN, yang harus ditepati jika permohonan itu sudah terjadi atau dikabulkan. TUHAN yang bertindak dalam sejarah, harus dipuji dan dimuliakan. Dalam konteks ini TUHAN dimuliakan dengan pujian dan persembahan yang dikaitkan dengan nazar (ayat 12). Sekali lagi, semuanya ini dilakukan karena ALLAH melakukan karya-karya agung dan ajaib dalam sejarah bagi umat manusia.

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah betapa dahsyat karya dan kuasa ALLAH yang diceritakan Pemazmur. Apakah Saudara juga mengalami kedahsyatan ALLAH dalam kehidupan ini dan semakin beriman teguh kepada-Nya serta selalu memuji dan memuliakan Dia? 

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk selalu mensyukuri kedahsyatan karya-Mu. Bantulah aku untuk semakin mengandalkan Engkau serta memuji dan memuliakan Engkau setiap saat.

Tindakanku
Aku akan membuat daftar kedahsyatan ALLAH yang kualami agar terus mengingat dan mensyukurinya. Aku juga akan mempersaksikan kedahsyatan ALLAH untuk menguatkan iman orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*