suplemenGKI.com

Senin, 22 Mei 2017

21/05/2017

MELURUSKAN PANDANGAN

Kisah Para Rasul 1:6-14

 

PENGANTAR
“Mendengar tapi tidak mengerti. Melihat tapi tidak percaya. Mengetahui tapi tetap tidak mengenal”, itulah rangkaian kalimat yang mungkin tepat menggambarkan situasi para murid menjelang Tuhan Yesus terangkat ke surga.  Mengapa demikian?  Mari kita baca dan pelajari bagian ini. PEMAHAMAN

  • Ayat 6 :  Apa yang diminta para murid menjelang Tuhan Yesus terangkat ke sorga?
  • Ayat 7 :  Bagaimana jawaban Tuhan Yesus kepada para murid?
  • Siapa Yesus menurut pemahaman saudara?Pernahkah saudara mengalami situasi seperti gambaran para murid?

Ketika membaca bagian ini, mungkin kita heran saat menemukan bagaimana pemahaman para murid.  Bagaimana mungkin orang-orang yang dekat Yesus justru menanyakan sesuatu yang dari awal bukan menjadi tujuan kedatangan-Nya, “Tuhan maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (ay.6).  Bagaimana mungkin mereka yang bergaul dekat, menyertai dan terlibat bersama dalam pelayanan bahkan menjadi saksi mata kematian dan kebangkitan-Nya; justru gagal memahami pribadi Yesus.  Yesus dipahami tak ubahnya seperti tokoh politik, bukan Tuhan yang berkuasa.  Pertanyaan itu bisa jadi menunjukkan keputusasaan para murid, sehingga meminta cara instan menjelang ditinggal Yesus.  Semua keadaan seolah akan beres ketika Yesus bersedia memberi kepastian soal kapan “memulihkan kerajaan bagi Israel”.  Pertanyaan yang menandaskan sikap hati para murid yang lari dari kenyataan.  Jawab Yesus “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya” (ay.7).  Bagi Yesus, para murid tidak perlu masuk pada apa yang menjadi wewenang Bapa.  Dia ingin agar para murid fokus pada panggilan dan tugas yang Dia percayakan yaitu memberitakan kasih & kuasa-Nya.

Ada dua kebenaran untuk meluruskan pemahaman para murid.  Pertama: Yesus bukan tokoh sosial dan politik.  Tuhan Yesus tidak menawarkan perubahan sosial dan politik.  Dia memberikan perubahan hidup bagi yang percaya pada-Nya.  Kedua: Yesus memberi kuasa kepada para murid dalam menjalankan perintah-Nya.  Kuasa-Nya itulah yang memampukan dan menyertai para murid.  Dua kebenaran inilah yang sedang diluruskan Yesus agar para murid segera paham menjelang kenaikan-Nya ke surga.  Apa yang dialami para murid, sangat mungkin masih terjadi dalam realita hari ini.  Pengalaman menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya diterima sebagai juruselamat, namun juga dipahami sebagai pemberi segala sesuatu yang diminta melalui doa.  Bahkan pasti mengembalikan lipat kali ganda persembahan yang kita berikan.  Yesus dipahami menurut kebutuhan diri, bukan menurut kehendak-Nya.  Mari meluruskan kembali pemahaman tentang siapa Yesus dalam hidup kita.

REFLEKSI                                                                        
Mari merenungkan: Memahami pribadi Yesus dengan benar, jauh lebih berharga dari segala keinginan dan kebutuhan hidup.  Pemahaman yang benar akan meluruskan segala keinginan dan kebutuhan diri agar sesuai kehendak-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku agar memiliki pemahaman yang benar siapa Engkau di dalam seluruh keinginan dan kebutuhan diriku.

TINDAKANKU
Selalu menyediakan waktu untuk merenung siapa Engkau di saat aku memiliki segala keinginan dan kebutuhanku.  Agar hidupku bersesuaian dengan kehendak-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«