suplemenGKI.com

Senin, 22 Juni 2020

21/06/2020

Yeremia 28:1-9

 

“Janganlah ada kebohongan di hadapan Tuhan”

Pengantar:
            Menurut riset yang dilakukan oleh para ahli psikologi, secara umum rata-rata orang berbohong 10 kali dalam seminggu, baik bohong biasa maupun luar biasa. Mengapa orang berbohong? Menurut Paul Seager pengajar senior bidang psikologi tipuan, salah satu alasan orang berbohong adalah untuk menjaga agar hubungan sosial tetap terjalin dengan baik. Misalnya, ketika anda memuji seseorang tidak sesuai dengan faktanya, anda sedang menjaga hubungan sosial dengan orang tersebut walaupun berbohong. Paul menambahkan, terkadang orang berbohong untuk melindungi dirinya, orang lain, membesarkan egonya atau agar orang lain menderita sehingga membuatnya merasa puas. Apapun alasan orang berbohong hampir selalu berdampak buruk. Bacaan kita hari ini berbicara tentang nubuatan nabi Hananya yang menyenangkan telinga, tetapi apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan?

Pemahaman:

  1. Hananya bernubuat di hadapan raja Zedekia, imam-iman seluruh rakyat Israel (v. 1-2)
  2. Apa yang dinubuatkan oleh Hananya di hadapan orang-orang itu? (v. 3-4)
  3. Mengapa Yeremia bereaksi ketika Hananya bernubuat demikian? (v. 5-9)

Dalam Yeremia 25:1-10, Tuhan berfirman mengingatkan umat-Nya agar mereka bertobat dari tingkah langkah mereka yang jahat dan agar mereka tidak lagi mengikuti allah-allah lain, supaya mereka tetap diam di tanah yang diberikan Tuhan kepada mereka. Namun peringatan Tuhan itu tidak dihiraukan. Sebagai hukumannya Tuhan membuang mereka ke Babel selama 70 tahun. Setelah genap 70 tahun Tuhan baru akan mengembalikan mereka ke Israel (Yer 25:8-12). Namun nabi Hananya yang tergolong nabi palsu karena tidak dikehendaki Tuhan (Yer 27:9-10, 14-15) justru menubuatkan hal yang sebaliknya (Yer 28:1-2). Hananya menubuatkan bahwa, dalam dua tahun Allah akan mengembalikan segala perkakas rumah Tuhan termasuk umat Tuhan yang telah dibuang ke Babel kembali ke Israel (Yer 28:3-4). Nubuatan yang sangat menyenangkan telinga umat Israel, tetapi tidak sesuai dengan firman Tuhan. Itu sebabnya Yeremia menyanggah nubuatan Hananya, karena nubuatan Hananya itu tidak sesuai dengan firman Tuhan. Artinya Hananya telah mengatakan kebohongan demi menjaga hubungan sosial di hadapan manusia (v. 1-2). Ayat 5-9 merupakan peringatan Yeremia agar umat Tuhan tidak mudah terjerumus oleh nubuat palsu yang menyesatkan.

Refleksi:
Di sekitar kita bertebaran janji-janji manis, pernyataan-pernyataan pengharapan yang hanya untuk menyenangkan telinga, namun belum tentu sesuai dengan kebenaran Tuhan. Sebaiknya kita harus lebih hati-hati terhadap pengajaran-pengajaran yang hanya menyenangkan telinga dan lebih mempercayai firman Tuhan, agar kita tidak mudah disesatkan.

Tekadku:
Ya Tuhan, tolonglah agar saya lebih peka mendengar suara-Mu dan berani mengabaikan suara yang hanya menggiurkan hati dan menyenangkan telingga namun menyesatkan.

Tindakanku:
Saya harus lebih mempercayai berita firman Tuhan untuk menuntun hidup saya, dari pada pengajaran-pengajaran palsu yang hanya menyenangkan telinga tetapi menyesatkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«