suplemenGKI.com

Senin, 22 Juni 2015

21/06/2015

KEBAIKAN YANG TETAP DIKENANG

2 Samuel 1 : 1, 17 – 27

Pengantar
Setiap manusia pastilah memiliki kesalahan terhadap orang lain, bahkan tak luput dari dosa. Itu juga yang terjadi pada Saul, Raja Israel yang pertama. Saul bersikap dan bertindak tidak baik kepada Daud bahkan berusaha untuk membinasakannya. Saul juga bertindak tidak seturut kehendak TUHAN. Tapi Saul dan Yonatan juga pernah berbuat sesuatu yang berarti (baca: berjasa) bagi bangsa Israel, bahkan juga tindakan dan persahabatan Yonatan dengan Daud. Maka berdasarkan kenyataan dan latar belakang situasi yang demikian itu, kita akan memperhatikan bacaan pada hari ini yaitu: 2 Samuel 1 : 1, 17 – 27 untuk memperoleh pelajaran dan pesan penting yang ada di dalamnya.

Pemahaman

Ayat 1, 17 – 19   :  Bagaimana sikap Daud  di tengah situasi kemenangan yang dialaminya dan kematian  Saul serta Yonatan ?

Ayat 20 – 21        :  Apa tindakan dan harapan Daud terkait peristiwa kematian Saul dan Yonatan ?

Ayat 22 – 27        :  Apa arti kehidupan Saul dan Yonatan di mata Daud dan bangsa Israel ?

Di tengah situasi kemenangan yang dialami Daud, ia memberikan perhatian khusus dan teramat  mendalam atas peristiwa kematian Saul dan Yonatan.  Daud menyanyikan nyanyian ratapan dan memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ratapan tersebut kepada kaum Yehuda. Daud tidak larut dalam suka cita di tengah duka cita, apalagi mengambil kesempatan atau bersyukur atas terjadinya peristiwa ini.

Daud bahkan sangat menjaga agar berita kematian Saul dan Yonatan tidak tersebar luas di kalangan bangsa lain, agar para lawan  tidak bersuka cita atas peristiwa ini. Daud juga mengharapkan agar alam di tempat kejadian itu turut berduka.

Saul dan Yonatan telah berbuat hal yang berarti bagi bangsa Israel, bahkan dipandang sebagai pahlawan bangsa atas apa yang telah dilakukan mereka. Daud juga mengungkapkan kebaikan dan kehebatan mereka. Ini adalah sebuah pelajaran dan pesan penting bagi kita, yaitu: agar tetap mengenang dan menghargai orang-orang yang telah berbuat sesuatu yang berarti bagi diri kita maupun sesamanya, terlepas dari kesalahan dan dosa yang pernah mereka lakukan.

Refleksi
Marilah kita merenungkan perasaan dan sikap, bahkan sikap kita terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita, terutama mereka yang pernah berbuat sesuatu yang berarti bagi hidup kita dan orang lain. Apakah kita tetap mengenang kebaikan yang mereka lakukan, ataukah kita lebih memilih mengingat kesalahan dan dosa mereka?

Tekad
TUHAN, ajarlah kami untuk dapat mengenang dan menghargai kebaikan orang lain secara pantas, dan tidak mengumbar kesalahan dan dosa orang lain.

Tindakanku
Pada hari ini saya akan berusaha untuk menyatakan penghargaan dan kenangan akan kebaikan seseorang melalui karya yang dapat didengar atau diperhatikan orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«