suplemenGKI.com

Senin, 22 Juli 2013

21/07/2013

Kejadian 18:16-33

 

Penegakan Hukum Berdasarkan Kasih

 

Pengantar
Kita semua menyadari, bahwa sebuah kelompok masyarakat tanpa aturan dan tata tertib akan menjadi sebuah gerombolan liar yang kacau, bahkan mengancam ketentraman kelompok masyarakat lain di sekitarnya. Itulah sebabnya seorang anak perlu dididik mengenal aturan dan tata tertib sejak dini agar kelak dapat hidup sebagai warga masyarakat yang bertanggungjawab. Sejak muda anak perlu diajak untuk memahami konsekuensi atas pelanggaran aturan dan tata tertib itu. Setiap orang tua yang mengasihi anak-anaknya atau guru yang mengasihi murid-muridnya pasti tahu pentingnya menegakkan aturan dan tata tertib berikut memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan (baca: pemberian teguran dan jika perlu hukuman). Bacaan kita hari ini menggambarkan Allah Bapa yang akan memberikan sanksi hukuman atas dosa dan pelanggaran yang dilakukan orang-orang di Sodom dan Gomora. Ayat 16-19 (khususnya ayat 19) menggambarkan apa maksud Allah mengungkap rencanaNya kepada Abraham untuk menghukum Sodom dan Gomora, yakni agar Abraham semakin mantap mengajar anak dan keturunanNya supaya mereka tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan serta melakukan kebenaran dan keadilan. 

Pemahaman
Ayat 20-21          :  Sikap apa yang bisa kita teladani dari sikap Allah Bapa, yang sebenarnya Sang Maha Tahu, namun tetap mau “turun untuk melihat” sebelum menjatuhkan hukuman?

Ayat 23-25          :  Apa yang ditanyakan oleh Abraham sebagai awal permohonan (doa syafaat) nya?Apa harapan yang terkandung dari kalimat pertanyaan Abraham pada akhir ayat 25:“Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”

Ayat 26                 :  Apa makna firman Tuhan dalam ayat ini?

Ayat 32                 :  Mengapa Abraham berhenti memohon setelah menyebutkan jumlah sepuluh orang?  Apakah Abraham teringat akan keluarga Lot, kemenakannya yang pernah ikut Abraham dan pasti pernah ia didik (Kejadian 12:4 dan 13:5-10)? Baca pula Kejadian 19:15-16 untuk mengetahui apakah akhirnya ada sepuluh orang benar?

Refleksi
Mungkinkah kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan tanpa adanya hukum dan sanksi atas pelanggaran terhadapnya? Apakah kita merasakan bahwa dalam sikap adil Allah Bapa termuat juga tindakan kasihNya yang besar? Sebagai anak-anakNya, apa yang seharusnya kita lakukan?

Tekad
Belajar agar mampu menegakkan kebenaran dan keadilan berlandaskan kasih.

Tindakan
Memasyurkan nama Allah Bapa sebagai Hakim yang tegas dan adil namun penuh kasih sebagaimana diwujudkan melalui karya Kristus di atas kayu salib melalui sikap dan tindakanku meneladani Dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«