suplemenGKI.com

PANGGILAN ALLAH

Kejadian 17:1-2

 

PENGANTAR
“Panggilan” Allah dalam diri setiap murid Kristus memiliki makna yang luas dalam hidup sehari-hari.  Artinya, perjalanan hidup murid Kristus adalah perjalanan memenuhi panggilan Allah itu.   Bagaimana kita bisa memahami panggilan itu?  Di masa Pra Paskah ini, bagaimana seharusnya kita memaknai panggilan dalam proses mengikut Kristus?  Bacaan hari ini mengajak kita melihat Allah sebagai sumber panggilan.  Mari kita renungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Berapa usia Abraham ketika berpengalaman dengan Allah? (ayat 1)
  • Apa yang Allah sampaikan kepada Abraham? (ayat 1, 2)
  • Apakah saudara pernah menerima pengalaman panggilan Allah?

Bukan pertama kali Abraham menerima pengalaman istimewa yang mana “TUHAN menampakkan diri” kepadanya.  Mulai dari panggilan pertama untuk meninggalkan keluarga sampai pada perjalanan selanjutnya.  Setiap kali Allah mempunyai maksud yang hendak dilaksanakan, Dia menampakkan diri dan kemudian melibatkan Abraham dalam rencana-Nya.   Bukan semata-mata karena Abraham terlalu istimewa atau terpandang di zaman itu.  Bukan juga berdasarkan Abraham mempunyai ketrampilan atau keadaan diri dan keluarga yang unggul dibandingkan pribadi atau keluarga lainnya.  Pengalaman personal itu terjadi karena dari pihak Allah yang memulai (ayat 4).  Allah yang berinisiatif dalam rencana agung-Nya memilih dan menetapkan Abraham.  Bukan Allah tidak mengasihi dan memanggil orang lain. Namun dalam bagian ini, Allah secara khusus memilih dan memanggil Abraham sebagai bapa orang beriman dari segala bangsa (ayat 4).

Bagaimana panggilan Allah bagi kita hari ini?  Allah dalam hikmat dan kekuasaan-Nya adalah Pribadi yang bebas dan mampu menggunakan cara apapun untuk berbicara kepada umat-Nya. Panggilan dipahami sebagai penghayatan pribadi akan kehendak Allah. Bukan kita yang berkehendak, tapi Allah yang menyatakan kehendak-Nya.  Sesungguhnya, panggilan Allah tidak terbatas pada profesi kependetaan, tapi berlaku di semua bidang kehidupan.

Dengan demikian, setiap kita pasti mempunyai panggilan pribadi yang Allah akan nyatakan dalam perjalanan hidup.  Mengikut Yesus merupakan bagian dari proses kita menemukan, memahami dan menanggapi panggilan Allah dalam hidup sehari-hari.  Allah yang memanggil, Allah pula yang akan menyertai untuk menggenapi panggilan itu.  Sebagai murid Kristus, tugas kita adalah bersedia belajar menghayati dan meyakini panggilan seperti apa yang Allah ingin nyatakan dalam hidup kita.  Mari lanjutkan perjalanan mengikut Yesus, sembari terus belajar terbuka dan peka akan kehendak Allah yang memanggil berkarya bagi sekitar sesuai bidang yang Dia percayakan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: sebagai murid Kristus, siapapun kita dipanggil berkarya melakukan kebaikan bagi sekitar.  Kita dipanggil menyatakan kasih-Nya melalui bidang kita masing-masing.  Bersediakah saudara menemukan panggilan Allah itu?  

TEKADKU
Ya Tuhan berikanlah aku hikmat dan kepekaan agar aku mampu menghayati dan meyakini panggilan Allah dalam hidupku bagi sekitar.  Tolonglah aku untuk belajar menemukan, mengerti serta mewujudkan panggilan-Mu itu dalam karya nyata.

 

 TINDAKANKU

  • Aku mau menemukan panggilan Allah sesuai bidang yang Dia percayakan agar bisa menyatakan kasih-Nya.
  • Hari ini aku mau memikirkan kebaikan seperti apa yang bisa aku lakukan di tengah-tengah keluarga dan tempat bekerja, yang aku maknai sebagai panggilan Allah.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*