suplemenGKI.com

Senin, 22 April 2019

21/04/2019

Bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 27 – 32

Tema : Lebih Taat kepada Allah.

PENGANTAR
Dalam ayat-ayat sebelumnya dijelaskan bahwa para rasul mengadakan tanda dan mijizat, sehingga makin lama makin banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus (5:14). Mengetahui akan hal itu maka Imam besar dan para pengikutnya menangkap para rasul dan memasukkan mereka ke dalam penjara. Namun pada malam harinya seorang malaikat Tuhan membuka pintu penjara dan membawa mereka keluar. Dan atas perintah Tuhan mereka kembali memberitakan injil di Bait Allah.

PEMAHAMAN.

  1. Apa yang terjadi dengan murid-murid ? Mengapa Mahkamah Agama melarang mereka mengajar dalam nama Yesus ? Bagaimana murid-murid menghadapi larangan tersebut ? (ayat 27-29).
  2. Bagaimana Petrus mengambil sikap ? ( ayat 30-32 ).

Para murid baru saja berkiprah dalam melayani Tuhan, mereka langsung diperhadapkan dengan tantangan. Namun mereka tidak patah semangat, tetapi bertambah semangat dalam memberitakan Injil kebenaran. Kali ini mereka harus berhadapan dengan imam besar dan para pengikutnya. Mereka (Petrus dan Yohanes ) kembali ditangkap dan diperhadapkan kepada Mahkamah Agama, mereka disidang yang dipimpin oleh imam besar. Mereka didakwa telah melanggar larangan mengajar dalam nama Yesus. Dan dakwaan ini dapat menggiring mereka kepada hukuman. Lalu bagaimana Petrus dan Yohanes menghadapi tantangan tersebut ? Tuduhan tersebut tidak membuat Petrus dan Yohannes takut. Dan justru mereka mengungkapkan imannya dengan mengatakan, “kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”. Petrus dan Yohanes yakin bahwa tugas yang mereka emban adalah dari Tuhan. Dan Tuhan telah memberikan kepada mereka Roh Kudus untuk memberitakan injil Yesus Kristus. Untuk itu mereka akan mempertanggungjawabkan tugas tersebut hanya kepada Tuhan.

Petrus telah menunjukkan keberaniannya, ketetapan dan keteguhan hatinya untuk Yesus yang telah disalibkan, dibangkitkan dan ditinggikan oleh Allah. Karena itu Petrus harus mentaati Tuhan Allah. Petrus tidak ragu-ragu memperkenalkan dirinya sebagai utusan Tuhan ( saksi ). Petrus sungguh-sungguh berani menjadi saksi karena ia melihat langsung kejadian pada Diri Yesus.

Bersaksi adalah amanat Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang percaya termasuk kita. Cara bersaksi bukan hanya dalam bentuk verbal (kata-kata) namun yang lebih nyata adalah dalam bentuk perbuatan dan sikap yang memuliakan Allah. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak, lalu renungkanlah : Taat kepada Allah bukan sekedar kita memelihara iman percaya tetapi juga kesediaan untuk menjadi saksi-Nya. Sudahkah saudara menjadi saksi bagi Kristus ? baik melalui perkataan, perbuatan maupun sikap ?

TEKADKU
Ya Tuhan ampunilah saya bila selama ini saya hanya memupuk iman saja……tetapi saya lupa bahwa saya juga harus bersaksi bagi Kristus.

TINDAKANKU
Saya harus berani bersaksi kepada sesama baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«