suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 11:1-10

 

Keselamatan Juga Disediakan Bagi Bangsa-Bangsa Lain (1) 

Pengantar:
            Ekslusivisme adalah sikap cenderung membatasi diri terhadap pihak luar. Ada dua faktor penyebabnya, Pertama: Merasa diri yang paling baik, paling benar, paling istimewa dari pada yang lain. Kedua: Merasa diri yang paling lemah, kurang dan tidak bisa apa-apa dari pada yang lain. Dari ke dua faktor tersebut, paling berbahaya adalah yang Pertama. Karena akan bermuara pada sikap merendahkan, menghina, menolak pihak lain. Yang ke dua juga berbahaya, karena akan sangat merugikan dirinya sendiri dan menjadi sulit untuk maju. Hari ini kita belajar tentang bagaimana Tuhan menghendaki agar umat-Nya tidak ekslusivisme sehingga Injil keselamatan juga dialami oleh pihak lain.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Siapakah yang dimaksud “orang-orang dari golongan yang bersunat di Yerusalem? Siapa pula orang-2 yang tidak bersunat? Apa latarbelakangnya sehingga mereka berselisih pendapat dengan Petrus? (v. 1-3)
  2. Bagaimana Petrus menjelaskan, terkait dengan kegiatannya masuk ke rumah orang-2 yang tidak bersunat dan makan bersama mereka?
    (v. 3-10)

Pemahaman: 
            Kisah ini adalah kelanjutan dari proses perjumpaan Petrus dengan Kornelius – perwira pasukan Italia yang saleh (10:1-2) Sebelum perjumpaan di antara mereka, keduanya telah mendapat penglihatan dari Tuhan yang mengindikasikan bahwa Tuhanlah yang turut bekerja melalui perjumpaan mereka. Sebagai seorang Yahudi Petrus tahu betapa keras konsekuensi baginya jika diketahui bahwa dia bergaul dengan orang non Yahudi (10:28) Karena Orang-2 Yahudi menganggap diri paling superioritas/paling rohani sehingga menyebut diri mereka adalah orang-2 bersunat. Sedangkan orang-2 non Yahudi disebut orang-2 yang tidak bersunat/kafir (Band 1 Sam 17:26) Namun melalui perjumpaan Petrus dengan Kornelius itu Tuhan menunjukan bahwa seorang yang rohani tidak boleh menolak orang lain yang belum rohani, karena Allah sendiri tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku-bangsa-latar belakang dan tempat (10:34-35) Melalui pemahaman demikian maka Petrus memberitaka Injil kepada Kornelius dan banyak orang non Yahudi lainnya, kemudian membaptis mereka yang percaya (10:47-48) Tindakan Petrus itu dianggap tidak benar oleh orang-2 Yahudi yang ada di Yerusalem, karena mereka masih berpegang pada prinsip bahwa orang kafir/non Yahudi tidak pantas bergaul dengan orang Yahudi.

            Petrus menjelaskan bahwa Allahlah yang menghendaki agar dia juga harus melayani orang-2 yang berbeda dengan dirinya melalui penglihatan tentang suatu benda yang berbentuk kain lebar yang bergantung pada ke empat sudutnya yang diturunkan dari langit dan berisi berbagai jenis binatang (11:5-10) Hai itu menggambarkan bahwa semua suku-bangsa-bahasa dan tempat layak menerima karunia keselamatan dari Tuhan, apabila mereka takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran maka ia diperkenankan oleh Allah (10:35, 45) Jadi, sikap ekslusivisme adalah sikap yang bertentangan dengan Misi Allah, karena keselamatan juga disediakan bagi bangsa-bangsa lain. Kitalah orang-2 yang harus menjadi saksi-Nya.

Refleksi:
            Mari merenung sejenak, Jika kita mau jujur, terkadang kita seperti orang-2 Yahudi, merasa diri lebih rohani, lebih baik, lebih pantas di hadapan Tuhan, sehingga terkadang kita sinis melihat orang lain dan menganggapnya lebih randah dari kita. Sesungguhnya sikap demikian tidak berkenan di hadapan Tuhan, karena Tuhan sendiri tidak membeda-bedakan orang berdasarkan apakah mereka rohani atau tidak.

Tekad:
            Doa: Tuhan ampuni saya jikalau selama ini saya sering merendahkan orang lain karena merasa diri lebih baik, lebih rohani dari mereka.

Tindakan:
            Mulai saat ini saya belajar menerima, melayani dan mengasihi mereka tanpa membeda-bedakan dengan pertimbangan apapun, sebab keselamatan juga disediakan Tuhan bagi mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«